Jakarta, Barta1.com – PT PLN (Persero) menggandeng Danantara Indonesia untuk merealisasikan ambisi besar penambahan kapasitas pembangkit listrik dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034. Kolaborasi ini diproyeksikan tidak hanya menurunkan emisi karbon, tetapi juga menciptakan ribuan lapangan kerja baru di sektor industri hijau.
Dalam RUPTL terbaru, pemerintah menetapkan rencana penambahan kapasitas pembangkit listrik baru sebesar 70 Gigawatt (GW). Secara signifikan, sekitar 76 persen dari total kapasitas tersebut atau lebih dari 53 GW ditargetkan bersumber dari energi baru terbarukan seperti surya, angin, panas bumi, dan hidro.
Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menjelaskan pihaknya berperan aktif dalam mengatasi hambatan permodalan agar proyek-proyek EBT berjalan tepat waktu. Ia optimistis bahwa investasi di sektor ini akan memberikan efek pengganda (multiplier effect) bagi ekonomi kerakyatan melalui penyerapan tenaga kerja lokal.
“Melalui peran Danantara Indonesia sebagai institusi investasi strategis, kami tidak hanya menyediakan pembiayaan, tetapi juga membantu mengatasi berbagai tantangan pengembangan proyek, menghadirkan akses permodalan yang kompetitif, serta mendukung penciptaan lapangan kerja hijau,” tutur Pandu Sjahrir.
Di sisi lain, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, memastikan bahwa setiap proyek hijau yang dijalankan bersama Danantara akan terintegrasi dengan kebutuhan sistem kelistrikan nasional. Hal ini dilakukan agar penambahan pembangkit EBT tetap menjaga stabilitas pasokan listrik bagi industri dan rumah tangga.
“Kerja sama ini memastikan proyek-proyek hijau yang tercantum dalam RUPTL dapat berjalan tepat waktu dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat serta sistem ketenagalistrikan nasional,” ungkap Darmawan dalam acara penandatanganan HoA di Jakarta.
Langkah ini juga dipandang sebagai upaya menurunkan ketergantungan terhadap energi fosil secara bertahap. Dengan target 76 persen pembangkit baru berasal dari EBT, Indonesia berada di jalur yang tepat untuk mencapai target Net Zero Emission sembari membangun ekosistem industri hijau yang tangguh di masa depan. (**)
Editor:
Ady Putong
Barta1.Com


Discussion about this post