Jakarta, Barta1.com – Solidaritas seluruh pegawai PT PLN (Persero) menjadi kunci utama di balik kesuksesan program “Berbagi Cahaya, Menumbuhkan Harapan” yang berhasil menyambungkan listrik gratis bagi lebih dari 8.000 keluarga prasejahtera di Indonesia.
Program ini dihelat menjelang peringatan Hari Listrik Nasional (HLN) ke-80, membuktikan bahwa PLN memilih untuk merayakan momen penting tersebut dengan aksi sosial yang memberikan dampak langsung.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengungkapkan bantuan penyambungan listrik gratis ini murni merupakan wujud kepedulian kolektif dan gotong royong dari seluruh insan PLN, dari tingkat manajemen hingga petugas lapangan.
Dana untuk program ini sebagian besar dikumpulkan dari penyisihan penghasilan para pegawai, menjadikannya sebuah gerakan murni dari hati para pekerja energi.
Darmawan menekankan tujuan utama dari inisiatif ini adalah mewujudkan energi yang berkeadilan di seluruh pelosok Tanah Air, sejalan dengan cita-cita negara. Program ini tidak hanya menyediakan infrastruktur listrik, tetapi juga menjadi simbol kehadiran negara dan harapan baru bagi masyarakat yang kesulitan mengakses fasilitas dasar tersebut karena keterbatasan ekonomi.
“Selama masih ada satu rumah masyarakat Indonesia yang hidup dalam kegelapan, pekerjaan kami di PLN belum selesai,” tegas Darmawan.
Komitmen ini sangat relevan mengingat capaian Rasio Elektrifikasi (RE) nasional yang saat ini berada di angka sangat tinggi, yaitu 99,83% per akhir tahun 2024. Tantangan yang tersisa adalah menjangkau kelompok kecil yang tertinggal, terutama yang tergolong prasejahtera atau berada di wilayah terpencil.
Salah satu lokasi pelaksanaan program simbolis ini adalah Kabupaten Bantul, DIY, di mana 11 rumah tangga prasejahtera mendapatkan sambungan listrik. Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi PLN.
Ia menyoroti pentingnya listrik yang kini tidak hanya berperan untuk rumah tangga, tetapi juga mendukung sektor penting seperti pertanian dan usaha mikro, menandakan listrik adalah kebutuhan esensial untuk kemajuan ekonomi.
Apresiasi dari pemerintah daerah seperti di Bantul menunjukkan dampak signifikan program ini di tingkat akar rumput. Meskipun Bantul memiliki infrastruktur kelistrikan yang relatif maju, dengan 381.288 pelanggan dan daya terpasang 500.557,86 KW pada tahun 2021, masih terdapat kantong-kantong kemiskinan yang membutuhkan uluran tangan. Program PLN ini memastikan tidak ada warga yang terlewatkan dari terang.
Selain penyambungan listrik, PLN juga memperluas bakti sosial di Bantul dengan menyalurkan bantuan sembako dan bantuan renovasi rumah ibadah. Tindakan ini menunjukkan bahwa semangat HLN ke-80 tidak hanya berfokus pada aspek teknis kelistrikan, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan sosial dan kehidupan bermasyarakat secara menyeluruh. (**)
Editor:
Ady Putong


Discussion about this post