Merauke, Barta1.com – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pengendalian Pembangkitan (UP2K) Papua Selatan meluncurkan inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang komprehensif di SD YPPK Teri, Desa Teri, Distrik Kimaam, Kabupaten Merauke.
Bantuan yang bertepatan dengan Hari Guru Nasional 2025 Jumat (28/11/2025) ini dirancang untuk mengatasi tantangan infrastruktur dasar di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) dengan menghadirkan solusi kelistrikan dan konektivitas digital.
Paket kelistrikan ini merupakan paket dukungan dua pilar utama; sumber energi mandiri melalui inovasi SuperSUN dan akses informasi global melalui layanan internet berbasis Starlink. Kedua fasilitas ini secara fundamental mengubah kegiatan belajar mengajar di sekolah pedalaman Papua yang sebelumnya tidak terjangkau jaringan listrik dan internet yang memadai.
Kehadiran listrik yang stabil dari SuperSUN (Solar Utilization Now) memberikan dampak transformatif. Inovasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) off-grid mini ini dirancang untuk menyediakan daya yang cukup, meskipun kapasitasnya tipikal untuk sekolah atau fasilitas publik umumnya di bawah 5 kWp.
Pasokan energi ini memungkinkan SD YPPK Teri untuk mengoperasikan perangkat elektronik pendidikan, seperti proyektor, laptop, dan tablet, yang selama ini sulit dimanfaatkan.
Selain listrik, layanan Starlink membuka akses informasi yang sebelumnya mustahil. Dengan konektivitas yang cepat dan stabil, guru-guru kini dapat mencari referensi terbaru, mengakses materi pembelajaran digital, dan menyiapkan bahan ajar multimedia yang lebih menarik dan efektif, jauh melampaui keterbatasan buku teks konvensional.
General Manager Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, Diksi Erfani Umar, menyampaikan bahwa program TJSL ini adalah wujud komitmen PLN untuk tidak hanya fokus pada bisnis inti, tetapi juga menerangi masa depan anak bangsa, terutama di wilayah 3T. Ia menegaskan bahwa dukungan ini adalah investasi strategis dalam peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Papua.
Komitmen ini sangat krusial mengingat tantangan elektrifikasi di daerah tersebut. Data menunjukkan Rasio Elektrifikasi (RE) di Provinsi Papua Selatan per akhir tahun 2023 masih berada di kisaran 80,42%, jauh di bawah rata-rata nasional.
Solusi energi mandiri seperti SuperSUN menjadi jembatan vital untuk memberikan akses listrik ke fasilitas publik seperti sekolah yang lokasinya terpencil dan belum dapat dijangkau oleh jaringan listrik utama.
PLN berharap dukungan sarana digital dan kelistrikan ini dapat menumbuhkan semangat belajar siswa, membuka cakrawala pengetahuan global, dan memastikan bahwa tidak ada lagi anak Indonesia, khususnya di Distrik Kimaam yang dikenal sebagai wilayah 3T, yang tertinggal dalam mengakses pendidikan berkualitas di era digital. (**)
Editor:
Ady Putong


Discussion about this post