Tolitoli, Barta1.com — PT PLN (Persero) tidak hanya berkomitmen menerangi nusantara, tetapi juga mendedikasikan diri sebagai ‘Agen Pembangunan’ yang peduli. Komitmen ini terwujud melalui Program Pemberdayaan Ekonomi Yayasan Baitul Mal (YBM) PLN, sebuah inisiatif yang mengubah dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) pegawai muslim menjadi modal usaha produktif bagi masyarakat yang membutuhkan.
Puncak dari aksi nyata kepedulian tersebut terjadi pada Jumat, 14 November 2025, di Kantor PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Leok. Sebanyak lima pelaku UMKM dari keluarga kurang mampu resmi menerima dukungan modal usaha.
Bantuan ini bukan sekadar sumbangan, melainkan investasi sosial yang dirancang untuk menjadi ‘pemicu’ (trigger) bagi pengembangan bisnis skala mikro, yang selama ini menjadi tulang punggung penghidupan mereka.
Keputusan PLN menyasar UMKM sangatlah strategis. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mencapai lebih dari 60%, dan menyerap lebih dari 97% total tenaga kerja.
Khusus di Sulawesi, sektor ini memegang peranan kunci. Dengan menyuntikkan modal dan pendampingan di wilayah seperti Tolitoli, PLN secara langsung berpartisipasi dalam memperkuat fondasi ekonomi lokal dan mengurangi angka kemiskinan yang masih menjadi pekerjaan rumah.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo), Usman Bangun, menegaskan esensi program ini.
“Program Pemberdayaan Ekonomi YBM PLN adalah manifestasi nilai ‘PLN untuk Rakyat’,” ujar Usman.
Dia menegaskan peran PLN melampaui penyediaan listrik.
“Kami berharap bantuan modal ini menjadi trigger bagi pelaku UMKM agar mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat ketahanan ekonomi keluarga serta daerah,” kata Usman, memperjelas visi jangka panjang perusahaan.
Menjelaskan mekanisme penyaluran, Manager PLN UP3 Tolitoli, Icuk Sulistianto, memaparkan fokus utama adalah bantuan modal produktif.
“Kami memastikan penyaluran ini dimanfaatkan untuk kegiatan yang produktif, bukan konsumtif,” tegasnya.
Dukungan modal diberikan agar UMKM dapat meningkatkan kapasitas usaha, seperti menambah stok, membeli peralatan, atau meningkatkan kualitas layanan. Pendekatan ini memastikan dana yang disalurkan benar-benar menghasilkan dampak ganda (multiplier effect) bagi penerima dan lingkungan usahanya.
Program ini secara spesifik menyasar usaha mikro yang paling rentan, termasuk pedagang makanan, minuman, dan pedagang keliling di sekitar Leok. Tidak berhenti pada pemberian modal, YBM PLN UP3 Tolitoli juga menyertakan pendampingan lanjutan.
Dengan hadir tidak hanya sebagai penyedia energi listrik yang andal, tetapi juga sebagai motor penggerak kesejahteraan sosial, PLN menegaskan posisinya sebagai BUMN yang benar-benar hadir untuk masyarakat, membangun ekosistem ekonomi yang kuat dan berkelanjutan di seluruh penjuru negeri.
Pendampingan ini krusial untuk memastikan penerima manfaat mampu mengelola modal dan mengembangkan usahanya secara optimal dan terarah, mentransformasi usaha mikro menjadi lebih mandiri dan terstruktur.
Di balik program ini, terdapat peran mulia dari seluruh pegawai muslim PLN. Ketua YBM PLN UP3 Tolitoli, Achmad Muhaemin, menyoroti bahwa bantuan ini bersumber dari ZIS (Zakat, Infak, dan Sedekah) yang dikumpulkan oleh YBM.
“Kami ingin memastikan dana ZIS dari pegawai muslim PLN yang disalurkan melalui YBM benar-benar memberi dampak berkelanjutan,” ujarnya.
Ini menegaskan bahwa program ini adalah wujud nyata corporate social responsibility (CSR) yang berlandaskan nilai spiritual dan kepedulian kolektif internal.
Dampak positif program ini langsung dirasakan oleh penerima manfaat. Ibu Raudah, seorang pedagang makanan keliling, menyampaikan rasa syukur dan antusiasmenya.
“Modal tambahan ini sangat membantu usaha kami yang sebelumnya terbatas,” ungkapnya.
PLN UP3 Tolitoli berharap program pemberdayaan ekonomi ini menjadi katalisator utama bagi pertumbuhan UMKM lokal dan penguatan kemandirian ekonomi masyarakat Tolitoli dan sekitarnya.
Dukungan ini memungkinkannya menambah stok dagangan, yang secara langsung berkorelasi dengan potensi peningkatan omzet dan pendapatan harian—sebuah bukti nyata bahwa bantuan sekecil apa pun dapat menciptakan perbedaan signifikan dalam hidup keluarga pra-sejahtera.
Program Pemberdayaan Ekonomi YBM ini melengkapi rangkaian kontribusi sosial PLN di wilayah Suluttenggo. Selain program ekonomi, PLN secara konsisten menjalankan program Electrifying Lifestyle yang mendorong produktivitas UMKM melalui penggunaan energi listrik yang efisien, serta program lingkungan hidup dan pendidikan. (**)
Editor:
Ady Putong


Discussion about this post