• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Rabu, Mei 13, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News

DKP Sulut dan Rare Perkuat Jejaring PAAP untuk Laut Berkelanjutan

by Ady Putong
12 September 2025
in News
0
Nelayan membentuk jejaring Pengelolaan Akses Area Perikanan (PAAP) untuk menjaga ekosistem laut dan perikanan yang berkelanjutan. (foto: Rare)

Nelayan membentuk jejaring Pengelolaan Akses Area Perikanan (PAAP) untuk menjaga ekosistem laut dan perikanan yang berkelanjutan. (foto: Rare)

0
SHARES
148
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Manado, Barta1.com – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Utara bersama Rare menggelar Pelatihan Pengawasan Berbasis Masyarakat bagi kelompok Pengelolaan Akses Area Perikanan (PAAP). Kegiatan yang berlangsung pada 8–12 September 2025 di Hotel Grand Whiz Megamas Manado ini diikuti 124 peserta dari 13 kawasan PAAP yang tersebar di 10 kabupaten pesisir Sulawesi Utara.

Pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kapasitas teknis dan kelembagaan kelompok PAAP dalam mengawasi sumber daya kelautan dan perikanan.

Peserta mendapatkan materi mengenai regulasi perikanan, mekanisme pelaporan pelanggaran, teknik pengawasan partisipatif, hingga strategi kolaborasi dengan pemerintah daerah, POLRI, dan TNI AL.

Kepala DKP Sulut, Tienekke Adam, menekankan bahwa partisipasi masyarakat menjadi kunci pengawasan laut yang efektif.

“Keterlibatan masyarakat yang tidak merata dapat menyebabkan pengawasan menjadi lemah. Karena itu, perlu ada upaya memperluas peran aktif masyarakat pesisir agar mereka benar-benar menjadi pengawal sumber daya laut,” ujar Tienekke.

Kegiatan Rare dan stakeholders perikanan kelautan di Sulawesi Utara. (foto: Rare)
Kegiatan Rare dan stakeholders perikanan kelautan di Sulawesi Utara. (foto: Rare)

Selain memperkuat kapasitas teknis, kegiatan ini juga menandai terbentuknya Jejaring Kelompok PAAP Sulawesi Utara. Jejaring ini menjadi wadah komunikasi, koordinasi, dan pembelajaran bersama antar kelompok, serta memperkuat posisi tawar masyarakat pesisir dalam tata kelola perikanan berkelanjutan.

Dengan adanya pelatihan, penguatan jejaring, serta dukungan regulasi, Sulawesi Utara diharapkan menjadi model pengelolaan perikanan berbasis masyarakat di Indonesia. Langkah ini tidak hanya melindungi keberlanjutan laut, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi pesisir yang bergantung pada hasil perikanan.

Menurut Imanda Pradana, Senior Program Manager Rare Indonesia, pembentukan jejaring ini merupakan langkah strategis.

“Jejaring PAAP menghadirkan solidaritas, pertukaran pengetahuan, dan kerja sama lintas wilayah. Dengan begitu, masyarakat pesisir bisa lebih solid dalam menjaga laut agar tetap lestari sekaligus menopang kehidupan ekonomi mereka,” jelas dia.

Momentum ini juga ditandai dengan penyerahan Akta Notaris Kelompok PAAP, pengantar program Hibah Kecil untuk mendukung inisiatif lokal, serta pengenalan literasi gender dalam pengelolaan perikanan.

Agenda tersebut mencerminkan komitmen bersama antara pemerintah, masyarakat, dan mitra pembangunan dalam mewujudkan pengawasan perikanan yang inklusif dan berkeadilan.

PAAP sendiri merupakan pendekatan pengelolaan perikanan yang memberikan hak akses kepada nelayan skala kecil untuk memanfaatkan sekaligus mengawasi sumber daya laut di wilayah pesisir. Skema ini menempatkan masyarakat sebagai garda depan pengawasan, bekerja sama dengan aparat hukum untuk menjaga ekosistem laut tetap produktif.

Hingga saat ini, Sulawesi Utara telah memiliki 13 kawasan PAAP di 10 kabupaten pesisir dengan cakupan wilayah lebih dari 300.000 hektare. Luasan ini menunjukkan betapa pentingnya peran PAAP dalam menjaga laut yang menjadi sumber pangan sekaligus tumpuan ekonomi ribuan nelayan kecil di daerah itu. (**)

Editor:
Ady Putong

Barta1.Com
Tags: Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi UtaraPAAPPengelolaan Akses Area Perikananrare
ADVERTISEMENT
Ady Putong

Ady Putong

Jurnalis, editor. Redaktur Pelaksana di Barta1.com

Next Post
RDP Komisi III DPRD Sulut bersama BWS 1 dan BPN. (foto: meikel/barta).

Belum Ada Kepastian Ganti Rugi Bagi Masyarakat di Bantaran Sungai, DPRD Sulut Desak Penjelasan BPN

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Politeknik Negeri Manado Gelar Bina Desa di Totabuan, Edukasi Bahaya Kelistrikan hingga Pemasangan PJU Tenaga Surya 13 Mei 2026
  • Sebanyak 15 Ribu Anak Tidak Bersekolah di Sulut 13 Mei 2026
  • Soroti Penggunaan Dana BOS, Muslimah Mongilong Minta Transparansi dan Evaluasi di SMA 2 Kotamobagu 13 Mei 2026
  • FORWARD Sulut dan BPMP Perkuat Sinergi, Bahas Masa Depan Pendidikan di Sulawesi Utara 13 Mei 2026
  • Penempatan Guru Harus Sesuai Domisili, Viona Kuera Soroti Keluhan di Wilayah Kepulauan 13 Mei 2026

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In