• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Rabu, Mei 13, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Edukasi

Inovatif! Polimdo Olah Sampah Plastik Jadi Meja, Kursi, dan Paving Blok Menggunakan Mesin Sheet Press

by Meikel Eki Pontolondo
11 September 2025
in Edukasi
0
Tim Tim pengembang mesin dan riset Polimdo. (foto: meikel/barta)

Tim Tim pengembang mesin dan riset Polimdo. (foto: meikel/barta)

0
SHARES
107
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Manado, Barta1.com – Politeknik Negeri Manado (Polimdo) terus menunjukkan komitmennya dalam menjawab berbagai persoalan di tengah masyarakat. Salah satu inovasi terbaru mereka adalah penciptaan mesin daur ulang sampah plastik bernama Sheet Press.

Proses pembuatan meja dari bahan daur ulang sampah plastik. (foto: istimewa).

Tim pengembang mesin ini terdiri dari Dr. Winda Sanni Slat, Dr. Steven Jhony Runtuwene, dan Priyono, ST., MT. Tak hanya menciptakan mesin, tim ini juga berhasil mengembangkan produk inovatif dari sampah plastik seperti meja, kursi, dan paving blok.

Dosen Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Manado (Polimdo), Winda Sanni Slat, S.ST., M.Eng. (foto: meikel/barta)
Dosen Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Manado (Polimdo), Winda Sanni Slat, S.ST., M.Eng. (foto: meikel/barta)

“Pembuatan meja, kursi, dan paving blok ini diawali dengan pengumpulan limbah plastik dari lingkungan masyarakat, seperti botol minuman,” ungkap Dr. Steven.

Tim pengembang mesin ini terdiri dari Dr. Winda Sanni Slat, dan Priyono, ST., MT. (foto: meikel/barta).

Ia menambahkan, tak hanya botol minuman, tim juga memanfaatkan botol sabun dan oli bekas yang kerap terbuang begitu saja di lingkungan.

Alasan meja dari sampah yang sudah diduar ulang. (foto: istimewa).

Setelah dikumpulkan, sampah-sampah plastik ini dipilah berdasarkan jenisnya, karena setiap jenis plastik memiliki karakteristik yang berbeda. Misalnya, HDPE dan PP—dua jenis plastik yang tidak bisa dicampur dalam satu proses daur ulang.

“Setiap jenis plastik harus diproses secara terpisah. Botol plastik yang terkumpul dicacah terlebih dahulu hingga berukuran sekitar satu hingga dua sentimeter,” jelas akademisi dari Jurusan Teknik Elektro Polimdo itu.

Untuk mencacah plastik, digunakan mesin hasil dari program Berdikari. Setelah dicacah, plastik tersebut kemudian diproses menggunakan mesin Sheet Press, dipanaskan hingga suhu 150–200 derajat Celcius selama sekitar dua jam.

Setelah proses pemanasan, lembaran plastik didinginkan dan dikeluarkan dari mesin Sheet Press. Hasilnya berupa papan plastik yang kemudian dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan kursi, meja, hingga perabot rumah tangga lainnya.

Selain papan plastik, paving blok juga dihasilkan dari proses ini. Butiran plastik dicetak dalam molding dengan berbagai bentuk seperti persegi, poligon, dan segitiga, lalu dipanaskan dalam oven selama sekitar 50 hingga 90 menit.

“Cacahan plastik itu akan meleleh dan menyatu, tapi prosesnya belum selesai. Setelah keluar dari oven, paving blok masih harus dipress dan dipadatkan agar keras dan bisa digunakan,” jelasnya.

Selama proses pengepresan, digunakan air untuk mempercepat pendinginan agar molding dapat segera dilepas.

Baik dalam pembuatan kursi maupun meja, plastik hanya digunakan sebagai alas, sementara rangkanya dibuat dari besi baja dan besi hollow.

Penelitian ini, menurut Dr. Steven, merupakan upaya konkret Polimdo dalam menjawab persoalan sampah di Kota Manado.

“Kami harap inovasi ini bisa menjadi solusi berkelanjutan untuk mengurangi sampah plastik yang mencemari lingkungan,” pungkasnya. (*)

Peliput: Mekel Pontolondo

Barta1.Com
Tags: dan PriyonoDr. Steven Jhony RuntuweneDr. Winda Sanni SlatMTpolimdoSheet PressST.
ADVERTISEMENT
Meikel Eki Pontolondo

Meikel Eki Pontolondo

Jurnalis di Barta1.com

Next Post
Nelayan membentuk jejaring Pengelolaan Akses Area Perikanan (PAAP) untuk menjaga ekosistem laut dan perikanan yang berkelanjutan. (foto: Rare)

DKP Sulut dan Rare Perkuat Jejaring PAAP untuk Laut Berkelanjutan

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Politeknik Negeri Manado Gelar Bina Desa di Totabuan, Edukasi Bahaya Kelistrikan hingga Pemasangan PJU Tenaga Surya 13 Mei 2026
  • Sebanyak 15 Ribu Anak Tidak Bersekolah di Sulut 13 Mei 2026
  • Soroti Penggunaan Dana BOS, Muslimah Mongilong Minta Transparansi dan Evaluasi di SMA 2 Kotamobagu 13 Mei 2026
  • FORWARD Sulut dan BPMP Perkuat Sinergi, Bahas Masa Depan Pendidikan di Sulawesi Utara 13 Mei 2026
  • Penempatan Guru Harus Sesuai Domisili, Viona Kuera Soroti Keluhan di Wilayah Kepulauan 13 Mei 2026

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In