Manado, Barta1.com – Perwakilan masyarakat Kalasey Dua, Refli Sanggel, menyampaikan kekecewaan mendalam terhadap pimpinan DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), khususnya Ketua DPRD, Fransiskus Andi Silangen. Dalam aksi demonstrasi bertajuk Geram Sulut pada Kamis (4/09/2025).
Refli membawa serta dokumen tuntutan yang telah dikaji sejak tahun 2023 dan disetujui oleh Komisi I DPRD Sulut. Namun, hingga kini dokumen tersebut tak kunjung diberi rekomendasi resmi oleh Ketua DPRD.
“Sejak periode lalu hingga sekarang, Ketua DPRD Provinsi Sulut, Andi Silangen, sama sekali tidak mau mengeluarkan rekomendasi,” ungkap Refli di hadapan pimpinan dan anggota DPRD, saat memperjuangkan lahan petani yang terus dirampas.
Refli menegaskan bahwa permohonan tersebut telah dilengkapi dengan kajian komprehensif. Namun, meskipun telah dilakukan berbagai upaya tindak lanjut dan konfirmasi, tidak ada respons yang diberikan pihak DPRD.
“Cara seperti ini menyulut kemarahan warga. Ketika aspirasi yang telah disetujui Komisi I diabaikan begitu saja, maka muncullah ketidakpercayaan terhadap pemerintah. Bayangkan, dua tahun kami menunggu. Kalau begini caranya, bobroklah DPRD Sulut,” tegasnya.
Refli juga memperingatkan bahwa kegagalan Ketua DPRD dalam menandatangani rekomendasi tersebut berpotensi memicu aksi-aksi lanjutan dari masyarakat. Ketidakpastian ini dinilai bisa mengganggu stabilitas sosial, ekonomi, bahkan politik daerah.
“Tuntutan kami sangat jelas: buatkan rekomendasi itu dan tandatangani. Jangan biarkan perlawanan ini berlarut. Masyarakat sudah cukup dirugikan. Jika demokrasi terus diabaikan, maka keresahan ini tidak akan pernah selesai,” lanjutnya.
Refli yang juga merupakan pengurus Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sulut, menutup pernyataannya dengan harapan agar aspirasi masyarakat Kalasey Dua segera ditindaklanjuti.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulut, Royke Anter, menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti tuntutan warga.
“Tadi sudah ada perwakilan dari Kalasey. Apa yang disampaikan akan kami tindaklanjuti. Tapi mohon berikan kami waktu untuk menyelesaikan semuanya,” ujar Royke. Saat itu ia didampingi sejumlah anggota DPRD lainnya, yakni Louis Carl Schramm, Royke Roring, Hillary Julia Tuwo, Jeane Laluyan, dan Amir Liputo. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post