Manado, Barta1.com — Dalam semangat menyambut Hari Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia, PT PLN (Persero) menghadirkan terobosan kelistrikan berbasis energi baru terbarukan (EBT) di wilayah pelosok Sulawesi Tengah.
Melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Palu, PLN mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Atap (PLTS Atap) berkapasitas 2048 Watt Hours (Wh) di SDN 13 Sindue Tombusabora, Kabupaten Donggala.
Inisiatif ini merupakan bagian dari program inovatif SuperSun (Surya Power – Solusi untuk Negeri) yang dikembangkan oleh PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (UID Suluttenggo).
SuperSun dirancang sebagai sistem Individual Power Plan yang memadukan panel surya, sistem penyimpanan energi, dan koneksi ke kWh meter PLN, memungkinkan penyediaan listrik secara mandiri, efisien, dan ramah lingkungan.
General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, menegaskan bahwa SuperSun merupakan jawaban atas tantangan elektrifikasi di wilayah yang belum tersambung jaringan utama.
“Kami tidak hanya menghadirkan listrik, tetapi juga harapan. SuperSun menjadi simbol komitmen PLN dalam memperluas akses energi bersih, berkelanjutan, dan andal hingga ke pelosok negeri,” ujar Usman baru-baru.
Pemasangan SuperSun di SDN 13 dilakukan sebagai wujud dukungan terhadap transformasi digital di sektor pendidikan, khususnya di daerah yang selama ini mengalami keterbatasan akses energi. Manajer PLN UP3 Palu, Ansar, menjelaskan bahwa sistem ini memastikan proses pembelajaran berbasis teknologi dapat berlangsung tanpa gangguan.
“Dengan kapasitas daya 2048 Wh dan dukungan baterai penyimpanan, sekolah kini dapat menggunakan perangkat elektronik seperti proyektor, komputer, hingga jaringan internet untuk mendukung proses belajar-mengajar. Ini adalah langkah konkret dalam mendukung digitalisasi pendidikan di pelosok,” jelas Ansar.
Kepala Sekolah SDN 13 Sindue Tombusabora, Dg Maratu, mengungkapkan rasa syukur atas hadirnya energi listrik bersih di sekolah yang ia pimpin.
“Terima kasih kepada PLN atas bantuannya. Listrik sangat penting bagi aktivitas pembelajaran modern. Kehadiran SuperSun memberikan harapan baru bagi masa depan anak-anak kami,” katanya haru.
Provinsi Sulawesi Tengah sendiri masih memiliki sejumlah desa di wilayah terpencil dengan tantangan akses listrik. Menurut data PLN per Mei 2025, rasio elektrifikasi nasional telah mencapai 99,87%, sedangkan rasio elektrifikasi Provinsi Sulawesi Tengah berada pada kisaran 99,47%. Inovasi seperti SuperSun menjadi instrumen penting dalam mengejar elektrifikasi menyeluruh, terutama di daerah dengan hambatan geografis.
Dengan menghadirkan energi surya di lingkungan pendidikan, PLN tidak hanya menyalakan lampu, tetapi juga membuka pintu masa depan yang lebih cerah bagi generasi penerus bangsa. SuperSun bukan sekadar teknologi, melainkan representasi semangat kemerdekaan yang menyala dalam bentuk energi bersih dan berkelanjutan.
PLN terus memperluas cakupan akses energi melalui solusi inovatif yang inklusif, terutama untuk sektor pendidikan, sosial, dan komunitas terpencil. Hadirnya SuperSun di SDN 13 Donggala adalah bukti bahwa energi untuk semua bukan lagi impian, tapi sedang diwujudkan bersama. (**)
Editor: Ady Putong


Discussion about this post