SANGIHE, BARTA1.COM– Insiden terbakarnya Kapal Motor (KM) Barcelona VA di perairan Talise, Minahasa Utara, dalam pelayaran dari Talaud ke Manado, Minggu (20/7/2025), mendorong evaluasi menyeluruh terhadap prosedur keselamatan pelayaran, termasuk di Pelabuhan Nusantara Tahuna.
Meski seluruh penumpang balita selamat dalam peristiwa itu, kehadiran mereka tetap menjadi sorotan. Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Tahuna pun memperketat pendataan, khususnya untuk penumpang anak-anak yang belum dikenai tarif.
“Untuk penumpang yang membawa anak-anak, mohon dilaporkan kepada petugas tiket agar mereka terdaftar. Jangan sampai ada yang naik tanpa tiket, siapa pun itu,” kata Koordinator Tim Sosial Media Response UPP Tahuna, Melfrid Palenewen, saat dikonfirmasi, Rabu, (23/7/2025).
Menurut dia, meskipun balita belum dikenai biaya tiket, nama mereka tetap harus dicatat dalam daftar penumpang. “Cukup dilaporkan kepada petugas tiket atau agen. Tujuannya agar daftar penumpang lengkap,” ujarnya.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya peningkatan keselamatan pelayaran dan akurasi data penumpang, terutama dalam menghadapi situasi darurat.
Tragedi KM Barcelona VA menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan pelayaran dan disiplin prosedur, terutama di wilayah kepulauan yang masih mengandalkan jalur laut sebagai sarana utama transportasi.
Peliput: Rendy Saselah


Discussion about this post