• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Sabtu, Mei 2, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Edukasi

Jalan Lingkar Polimdo: Solusi Kemacetan atau Ilusi Tata Ruang ?

by Meikel Eki Pontolondo
19 Mei 2025
in Edukasi
0
Dosen Politeknik Negeri Manado, Ir. John Harahap, MT. (foto: istimewa)

Dosen Politeknik Negeri Manado, Ir. John Harahap, MT. (foto: istimewa)

0
SHARES
45
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Ir. John Harahap, MT 

Dosen Teknik Sipil Politeknik Negeri Manado

Beberapa tahun terakhir, Politeknik Negeri Manado (Polimdo) tidak hanya dikenal sebagai institusi vokasi unggulan di Sulawesi Utara, tetapi juga sebagai “kawasan padat harian” akibat meningkatnya jumlah kendaraan yang melintas, berhenti, dan bermukim di sekitarnya. Tiap pagi dan sore, kawasan di sekitar gerbang utama kampus berubah menjadi sumbu kemacetan. Lalu lintas tersendat, antrean kendaraan menumpuk, dan akses pejalan kaki makin terabaikan.

Di tengah keresahan ini, muncul satu wacana menarik: pembangunan jalan lingkar (ring road) lokal di sekitar kawasan kampus. Tapi sebelum gagasan ini dilabeli sebagai “obat mujarab”, mari kita tinjau secara kritis, apakah ini benar-benar solusi, atau sekadar ilusi tata ruang yang sulit diwujudkan ?.

Fenomena “Bottleneck” di Zona Pendidikan

Wilayah sekitar kampus Polimdo kini menjadi titik temu tiga aliran lalu lintas: kendaraan pribadi mahasiswa dan dosen, aktivitas angkutan umum (mikrolet dan ojek online), serta kepadatan dari pemukiman dan pertokoan di koridor akses. Kombinasi ini menghasilkan fenomena bottleneck atau penyempitan alur yang memperlambat semua jenis pergerakan.

Data survei lalu lintas yang dilakukan oleh mahasiswa Teknik Sipil Polimdo (2024) menunjukkan Volume/Capacity Ratio (V/C) di Jalan Raya Polimdo telah menyentuh angka >0.9 di jam sibuk, yang secara teknis berarti kondisi mendekati jenuh. Ini belum termasuk dampak kendaraan parkir sembarangan di bahu jalan yang kerap menghalangi arus. Dalam kondisi ini, secara teoritis, membuka jalur baru (jalan lingkar) adalah strategi yang layak untuk mengurai kepadatan. Tapi apakah betul praktiknya semudah konsepnya?.

Apa Itu Jalan Lingkar?

Secara umum, jalan lingkar (ring road) adalah infrastruktur yang dibangun mengelilingi area pusat aktivitas, dengan tujuan mengalihkan arus lalu lintas yang tidak perlu masuk ke pusat tersebut. Dalam konteks Polimdo, jalan lingkar bisa diartikan sebagai jalur alternatif yang menghubungkan titik-titik masuk dan keluar kampus dari sisi lain, tanpa harus memusat di satu gerbang utama.
Contoh sukses mini ring road terjadi di kawasan UGM (Yogyakarta) dan ITS (Surabaya), di mana jalan kampus dirancang tidak hanya untuk kendaraan, tapi juga memprioritaskan sirkulasi orang dan sepeda, serta akses layanan darurat.

Antara Wacana dan Realita

Namun sayangnya, di banyak kota, jalan lingkar lebih sering menjadi wacana ketimbang realita. Mengapa? Karena tantangannya bukan sekadar membangun jalan, tapi:
1. Ketersediaan lahan: Pembangunan jalan lingkar memerlukan ruang baru yang tidak sedikit. Di sekitar Polimdo, sebagian besar lahan telah berubah menjadi perumahan, kos-kosan, dan bangunan komersial. Proses pembebasan tanah tentu tidak mudah dan seringkali berbiaya tinggi serta menghadapi resistensi warga.
2. Sinkronisasi dengan RTRW dan RDTR: Apakah dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Manado telah disiapkan koridor jalan lingkar kampus? Jika tidak ada di peta zonasi, maka wacana ini hanya akan berhenti di meja diskusi.
3. Skala kebutuhan vs anggaran: Apakah pembangunan ini benar-benar urgensi jangka pendek? Apakah lebih mendesak daripada memperbaiki jalur eksisting, menambah halte, atau menata manajemen parkir?

Solusi Parsial Bisa Jadi Permulaan
Meski membangun jalan lingkar penuh mungkin terasa jauh, ada pendekatan bertahap yang bisa diambil:
* Membuka akses pintu masuk kampus dari sisi lain. Hal ini bisa mengurangi konsentrasi lalu lintas di satu titik.
* Membuat jalur satu arah kampus dengan sistem kontrol gerbang otomatis. Dengan begitu, kendaraan dosen dan pegawai bisa masuk dan keluar dari pintu berbeda, tanpa bersinggungan dengan pengunjung umum.
* Mengembangkan “Ring Road Lokal” — bukan untuk kendaraan besar, tapi untuk sepeda motor, kendaraan listrik kampus, dan kendaraan darurat — yang melewati pinggir kawasan kampus secara internal, tanpa merusak area hijau yang masih tersisa.
Mendorong angkutan kampus terintegrasi berbasis minibus rute pendek yang berputar di titik-titik strategis, untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.

Kampus Butuh Visi Mobilitas, Bukan Sekadar Jalan
Kita tidak bisa terus menambah jalan untuk menyelesaikan masalah yang diciptakan oleh terlalu banyak kendaraan. Prinsip tata kota yang baik bukan sekadar “make more roads”, tapi “move more people efficiently”.
Wacana jalan lingkar seharusnya menjadi pintu masuk menuju diskusi yang lebih besar: perlu tidaknya kampus memiliki masterplan transportasi berkelanjutan. Kampus besar seperti Polimdo seharusnya punya:
* manajemen parkir berbasis tarif dan digitalisasi,
* sistem sensor lalu lintas internal,
* zona bebas kendaraan pada jam-jam tertentu,
serta jalur pedestrian yang aman dan terhubung antarblok.
Sebagaimana disampaikan oleh Sutanto & Kencana (2024), konsep Mobility-Oriented Campus Planning di kampus vokasi harus berbasis data pergerakan harian, kepadatan titik kegiatan, dan proyeksi pertumbuhan mahasiswa dan infrastruktur.

Penutup: Wacana Butuh Arah, Bukan Sekadar Gagasan
Jalan lingkar di sekitar kampus bukan ide buruk. Tapi ia hanya akan jadi solusi jika disiapkan dalam konteks rencana ruang yang integratif, terukur, dan berbasis partisipasi. Jika tidak, ia hanya akan jadi ilusi tata ruang — seperti jalan yang hanya digambar tapi tak pernah dibangun.
Polimdo adalah pusat pendidikan teknik. Sudah selayaknya kita yang ada di dalamnya — dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan — menjadi pionir dalam membentuk kawasan kampus yang fungsional, manusiawi, dan tertata. Jalan lingkar bukan sekadar beton dan aspal, ia adalah simbol dari niat kita menata masa depan mobilitas kampus yang cerdas dan berkelanjutan.

Referensi:
Pemerintah Kota Manado. (2023). Rencana Detail Tata Ruang Wilayah Kota Manado 2022–2042. Dinas PUPR Kota Manado.
Sutanto, A., & Kencana, M. (2024). Mobility-Oriented Campus Planning in Technical Education Institutions. Jurnal Perencanaan Wilayah, 18(1), 33–49. https://doi.org/10.22146/jpw.v18i1.23457
Kementerian PUPR. (2021). Permen No. 16 Tahun 2021 tentang Bangunan Gedung dan Infrastruktur Jalan. Jakarta: Dirjen Cipta Karya.
Badan Pengelola Transportasi Kota Manado. (2024). Laporan Harian Volume Kendaraan di Jalur Pendidikan dan Zona Tertib Lalu Lintas.

Barta1.Com
Tags: Jalan Lingkar PolimdoJohn HarahapSolusi Kemacetan atau Ilusi Tata Ruang
ADVERTISEMENT
Meikel Eki Pontolondo

Meikel Eki Pontolondo

Jurnalis di Barta1.com

Next Post
Ketua Fraksi Golkar, Priscilla Cindy Wurangian. (foto: istimewa)

Fraksi Golkar Sulut Dorong Keaktifan dan Kekritisan Anggota

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Polisi Fasilitasi Perdamaian Dua Kelompok Pemuda di Kota Bitung 1 Mei 2026
  • Nobar “Pesta Babi” di Manado: Cermin Luka Papua, Alarm bagi Sulawesi Utara 1 Mei 2026
  • Polres Bitung Amankan Pelepasan Jamaah Haji dengan Pelayanan Terbaik 1 Mei 2026
  • May Day 2026, Hengky Honandar: Momentum Perkuat Dialog Tripartit dan Lindungi Hak Buruh 1 Mei 2026
  • Ajang Talenta SMP 2026, Ruang Pembinaan Prestasi dan Karakter Siswa Sangihe 30 April 2026

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In