Sangihe, Barta1.com – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe menunjukkan langkah nyata dalam membangun pendidikan yang setara dan inklusif. Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Daerah, Bimbingan Teknis (Bimtek) Pendidikan Inklusi untuk jenjang PAUD, SD, dan SMP resmi dibuka pada Senin, (7/7/2025), bertempat di Tahuna Beach Hotel & Resort.
Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, SE, MM, membuka langsung kegiatan tersebut dan menyampaikan penegasan yang kuat mengenai pentingnya pendidikan inklusi sebagai fondasi keadilan sosial di sektor pendidikan.
“Pendidikan inklusi adalah wujud keadilan sosial dalam pendidikan. Inklusi berarti pendidikan untuk semua orang, tanpa terkecuali. Terutama bagi anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) yang selama ini kurang mendapat perhatian, apalagi di wilayah kepulauan yang masih mengalami kesenjangan,” ujar Thungari.
Bimtek ini akan berlangsung selama tiga hari, dari 7 hingga 9 Juli 2025, dan diikuti 150 peserta yang terdiri dari guru PAUD, SD, SMP, serta pengawas sekolah dari berbagai wilayah di Kabupaten Sangihe. Para peserta akan menerima materi langsung dari narasumber berpengalaman, termasuk dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Sulawesi Utara dan Universitas Negeri Manado.
Dalam arahannya, Thungari menekankan peran strategis para guru dalam menyukseskan program ini.
“Bapak ibu guru adalah garda terdepan dalam keberhasilan program ini. Bagaimana guru memperlakukan anak-anak berkebutuhan khusus sangat menentukan. Diperlukan pembelajaran yang adaptif, kreatif, dan penuh empati,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan keprihatinannya atas masih banyaknya anak-anak di wilayah kepulauan yang belum bisa membaca, yang ia temukan langsung dalam kunjungan kerjanya ke berbagai daerah.
“Karena itu, saya terus mendorong Dinas Pendidikan untuk memastikan pemerataan distribusi tenaga pendidik, khususnya di wilayah-wilayah terluar,” ujarnya.
Thungari menegaskan bahwa pendidikan inklusi harus dijalankan dengan kesungguhan dan komitmen tinggi, sebab di sanalah letak tanggung jawab moral dan sosial pemerintah dalam menciptakan ruang belajar yang adil dan manusiawi.
Bimtek ini menjadi tonggak awal dalam membangun ekosistem pendidikan inklusif di Sangihe, dengan harapan tak ada lagi anak yang tertinggal karena keterbatasan, dan setiap ruang kelas menjadi tempat tumbuh yang layak bagi semua.
Peliput: Rendy Saselah


Discussion about this post