• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Selasa, April 28, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home Kultur

Lakon Dionysus Pembuka SIFA 2019 ikut Tampilkan Bahasa Manado

by Ady Putong
12 April 2019
in Kultur, Seni
0
Lakon Dionysus Pembuka SIFA 2019 ikut Tampilkan Bahasa Manado

Pementasan Lakon Dionysius, menyedot perharian publik internasional. (foto: istimewa)

93
SHARES
125
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, Barta1.com – Bahasa Manado masuk beberapa bahasa ibu dalam pentas teater produksi Indonesia, Lakon Dionysus, yang melibatkan sutradara internasional nan legendaris dari Jepang, Suzuki Tadashi.

Bahasa lain yaitu Jawa, Batak, Madura, Sunda, Rejang, termasuk juga Jepang dan Mandarin. Kenapa Bahasa Manado? Sebab dalam garapan lakon tersebut melibatkan 16 aktor asal Indonesia, satu diantaranya Seftino Sambalao dari Manado, dan beberapa pemain asal Jepang dan Tiongkok.

Dionysus bakal jadi pembuka dalam gelaran Singapore International Festival of Arts (SIFA) 2019. Terakhir, Dionysus dipentaskan di Candi Prambanan, Yogyakarta pada tahun lalu.

Dionysus merupakan lakon adaptasi naskah Yunani yang ditulis Euripides. Dalam interpretasi Suzuki, lakon Dionynus berporos pada pertentangan suatu nilai baru dengan yang lama.

Proyek lintas budaya di bawah payung produksi SCOT (Suzuki Company of Toga) dan Purnati Indonesia ini membutuhkan proses kreatif hingga tiga tahun sebelum akhirnya dipentaskan tahun lalu.

Sejauh ini, lakon tentang tragedi seputar dewa arak dan pesta itu telah mentas di dua negara, Jepang dan Indonesia, dan kini akan membuka festival internasional di Singapura, pada 17-18 Mei, di Victoria Theatre.

Suzuki tentu punya kenangan pada Victoria Theatre, ketika terakhir kali ia pentas di sana membawakan lakon The Trojan Women dalam ajang yang sama pada 2009.

Asisten Sutradara Bambang Prihadi mengatakan metode yang digunakan sang maestro itu dalam membentuk keaktoran.

“Metodenya sekilas bertumpu pada fisik. Prinsipnya clear, hanya sumber energi, pernapasan teratur, gravitasi, keseimbangan, diolah dari metode turunannya. Dasarnya jejak bumi, itu cara setiap aktor mampu kenali tubuhnya, dari sumber energi disalurkan ke kaki sebagai alat jejak utama dan bumi adalah tempatnya,” katanya dalam konferensi pers Dionysus menuju pentas di SIFA 2019, di Galeri Cipta III Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Kamis, (4/4/2019) lalu, lewat rilis yang dikirim ke Barta1.com.

“Latihan terstruktur dan efektif, mengenal tubuh dan irama lewat musikalitas. Metode Suzuki yang begitu efektif, sangat cocok dengan tradisi Timur, sangat rasional. Ketika aktor mampu kuasai satu atau dua metode atau semua metode, transformasinya ke karya yang dibuat,” tambah dia.

Produser pementasan Dionysus, Restu Imansari Kusumaningrum, mengungkapkan, alasan SIFA memilih pentas teater lintas budaya ini sebagai pembuka ialah juga karena faktor Suzuki Tadashi, sebagai teaterawan yang dihormati di kancah internasional.

Apakah Dionysus berpeluang mentas di Jakarta, Restu masih melihat kemungkinan ke depannya. “Ini menjadi langkah panjang, dan memang tidak mudah untuk membawa Suzuki mendarat di suatu tempat,” ucapnya seraya mengemukakan adanya tawaran bermain di beberapa negara yang juga tidak diiyakan.

Setelah dari SIFA, Dionysus akan melanjutkan turnya bermain di Theatre Olympics ke-9 di Jepang, pada 22 dan 21 September tahun ini. Selain diproduseri oleh SCOT dan Purnati Indonesia, produksi Dionysus juga diproduseri Japan Foundation. (**)

Penulis : Agustinus Hari

Barta1.Com
Tags: jakartaLakon DionysusmanadoSingapore International Festival of ArtsSuzuki Company of TogaSuzuki Tadashi
ADVERTISEMENT
Ady Putong

Ady Putong

Jurnalis, editor. Redaktur Pelaksana di Barta1.com

Next Post
Ratusan Tim Berjibaku di Lomba CCA Viadolorosa

Ratusan Tim Berjibaku di Lomba CCA Viadolorosa

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Paripurna DPRD Sulut 2026: Soroti LKPJ, Kinerja AKD hingga Tantangan Anggaran Daerah 28 April 2026
  • Greenpress Indonesia Desak Menteri Lingkungan Hidup Baru Benahi Krisis Lingkungan Menyeluruh 28 April 2026
  • SIEJ Sulut Soroti Pengakuan Izin Belum Lengkap di Kasus Gunung Tatawiran 28 April 2026
  • Menjalin Kolaborasi Global: Polimdo Ambil Peran Strategis dalam CITIEA 2026 28 April 2026
  • Polisi Ringkus Gembong Sabu Karombasan, Jaringan Dikendalikan dari Lapas Tuminting 27 April 2026

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In