Manado, Barta1.com – Anggota DPRD Provinsi Sulut, Pierre Makisanti, kaget melihat laporan RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) 2025-2029, ketika melakukan pembahasan bersama SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah ) di Ruang Paripurna DPRD Sulut, Senin (28/04/2025).
“Saya rasa apa yang sampaikan, rasanya sudah lengkap, tapi ada satu hal yang menarik perhatian saya, terkait dengan target dan gini rasio. Gini rasio ini mendekati angka 0, dia akan semakin baik. Artinya targetnya meningkat,
Menurutnya, kali ini, kok targetnya meningkat, di mana target tahun 2025 itu 0,382 dan target di tahun 2029 itu 0,384. “Melihat hal ini, sepertinya kita menginginkan suatu ketimpangan pendapatan di antar wilayah, artinya ini menjadi perhatian bersama, dan sebenarnya ketika bicara target gini rasio harus menurun.”
“Misalnya dari angka 382, mungkin ditargetkan di 2029 lebih menurun, lebih mendekati angka 0 semakin baik,” jelas Pierre.
Mendengar pertanyaan tersebut, ketua DPRD Provinsi Sulut, Fransiskus Andi Silangen, juga menyebut secara logika harus seperti itu. “Jangan-jangan salah cetak ini, mohon ditanggapi.”
Plh Sekretaris Provinsi Sulut, Tahlis Galang, menanggapinya dengan mengatakan apa yang ditulis dan diketik tidak salah cetak. “Secara teknis proses penyusunan ini melalui proses kajian dari tim penyusun.”
Kemudian, jawabannya, itu dilanjutkan oleh Sekretaris Bappeda (Badan Rencana Pendapatan Daerah) Provinsi Sulut. “Hal ini juga selalu ditanggapi oleh setiap Kabupaten/Kota ketika ada konsultasi publik, dan kami sudah menyampaikan bahwa Provinsi Sulut adalah daerah terbuka, ketimpangan itu tidak akan pernah mendekati 0. Dengan keterbukaan itu, banyak orang yang akan datang.”
“Sekali lagi, ketimpangan itu akan selalu ada, oleh karena itu angka realistis tetap diberikan untuk melihat realitas bahwa internal Provinsi Sulut terbuka,” terangnya.
Bahkan ia menyebut, Singapura saja negara kota, yang nilai rasionya hanya bermain di 3,9. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post