Sangihe, Barta1.com – Menyongsong Pilkada 2024, Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Parmas, dan SDM KPU Kabupaten Sangihe, Iklam Patonaung, mengingatkan bahwa Pilkada bukan sekadar ajang politik, melainkan juga tentang menjaga stabilitas dan keamanan masyarakat. Ia menekankan pentingnya kedewasaan emosional para bakal calon dan pendukungnya.
Menurut Patonaung, kedewasaan emosional menjadi kunci dalam menghadapi dinamika yang mungkin muncul selama pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sangihe. Ia memperingatkan bahwa Pilkada 2024 diprediksi akan memicu berbagai gesekan sosial.
“Kami berharap setiap bakal calon dapat mendewasakan emosional konstituen dan pendukung mereka. Penting bagi semua pihak untuk tetap menjaga sikap yang dewasa,” ujarnya.
Patonaung menjelaskan bahwa Pilkada merupakan bentuk konflik yang dilegalkan oleh negara, dan potensi gesekan yang muncul telah diatur melalui regulasi yang ada. “Tidak perlu merinci regulasi tersebut, namun semua pihak harus memahami aturan yang ada dalam PKPU dan Perbawaslu,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa tahapan Pilkada kali ini lebih singkat, hanya delapan bulan dibandingkan satu tahun biasanya. Hal ini mengharuskan bakal calon untuk lebih efisien dalam meraih dukungan masyarakat. “Masyarakat akan memilih ketika hatinya tersentuh; jika tidak, mereka bisa beralih dukungan,” tambahnya.
Dengan berbagai tantangan yang ada, Patonaung berharap para bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Sangihe dapat menjaga stabilitas keamanan serta mengedepankan pendekatan yang santun dan edukatif dalam kampanye. “Saya berharap semua pihak fokus pada pendekatan yang lebih baik dan aman agar Pilkada 2024 dapat berjalan dengan lancar,” tutupnya.

Discussion about this post