• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Sabtu, April 25, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Daerah

Dari Kenangan Hingga Harapan: Relokasi Warga Pasca Letusan Gunung Ruang

by Redaksi Barta1
12 Mei 2024
in Daerah
0
Foto: Sius Hatibae dan Katrina Gaghiwu sesudah kembali mengambil barang-barangnya yang masih bisa diselamatkan di pulau Ruang. (Dok. Rendy/Barta1)

Foto: Sius Hatibae dan Katrina Gaghiwu sesudah kembali mengambil barang-barangnya yang masih bisa diselamatkan di pulau Ruang. (Dok. Rendy/Barta1)

0
SHARES
137
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Tagulandang, Barta1.com – Letusan dahsyat Gunung Ruang di Kecamatan Tagulandang, Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) telah menyisakan duka yang mendalam. Dua kampung, Pumpente dan Laingpatehi, luluhlantak oleh amukan material vulkanik yang maha dahsyat, yang meletus pada tanggal 17 dan 30 April 2024.

Puing-puing yang tersisa, tanpa ampun, hanya menjadi saksi bisu bagi kehancuran tak hanya bangunan, tetapi juga harapan dan impian ratusan jiwa yang telah kehilangan tempat mereka berpijak. Sebanyak 301 Kepala Keluarga, dengan total lebih dari 828 jiwa, kini menggantungkan nasib mereka pada kebijakan pemerintah.

Meskipun relokasi telah diinisiasi oleh pemerintah Sulawesi Utara dan pemerintah pusat, dengan merancang rencana khusus untuk memindahkan warga dua kampung tersebut ke Modisi, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, penduduk setempat masih berharap agar diberikan tempat di daratan pulau Tagulandang, yang masih terasa dekat dengan tanah kelahiran mereka.

Sius Hatibae (61), salah satu warga Laingpatehi, masih terperangah oleh kekuatan letusan. “Tidak terbayangkan sebelumnya bahwa erupsi kali ini akan sedahsyat ini. Meskipun pernah terjadi pada tahun 2002, namun dampaknya tidak sehebat ini. Sekarang kami hanya bisa menunggu arahan dari pemerintah,” ungkapnya dengan nada getir.

Sentimen yang sama juga dirasakan oleh Katrina Gaghiwu (64), yang kembali ke kampung bersama Sius dan Kepala Desa Laingpatehi, hanya untuk mengambil barang-barang yang masih dapat diselamatkan. “Kami harus menggali barang-barang itu karena tidak mampu membeli yang baru. Banyak yang tidak bisa kami bawa karena terkubur,” kata dia, Sabtu (4/5/2024).

Sius dan oma Katrina bersama-sama dengan Kepala Desa mereka, Hardi Manuho, di Sabtu siang itu mencoba mengambil kesempatan kembali ke Laingpatehi, meski Gunung Ruang masih mengeluarkan asap tebal. Mereka berusaha mengambil barang pribadi serta aset kampung yang masih bisa diselamatkan, bahkan dengan menggali material vulkanik sekalipun.

Baca juga: https://barta1.com/v2/2024/05/05/dua-kampung-terdampak-erupsi-gunung-ruang-akan-direlokasi/

Hardi Manuho, menggambarkan pemandangan yang menyayat hati saat ia dan beberapa masyarakat kembali ke kampung mereka yang hancur oleh erupsi dasyat itu. Dengan suara terbebani, dia menjelaskan, “Saya tidak sempat mengangkat barang, karena kesibukan mengurus pengungsian di sini. Namun, hari ini, saya memiliki kesempatan untuk melihat keadaan kampung kami.”

Dengan sorot mata yang pilu itu ia melanjutkan, “Khusus aset kampung di sana, semuanya rusak. Ini yang dibawa kursi, meja, barang dapur, piring, belanga. Kampung Laingpatehi, kalau saya pikir memang sudah tidak layak huni. Kerusakannya parah sekali.” Jelas Manuho.

Dia dan masyarakatnya terpaksa menghadapi kenyataan bahwa kampung yang pernah menjadi tempat mereka berbagi cerita dan tawa, kini hanya tinggal kenangan yang terkubur di bawah lapisan material vulkanik. “Jadi kami akan menyampaikan kepada masyarakat bahwa pulau Ruang, termasuk kampung Laingpatehi, tidak bisa dihuni lagi.” Ujar Manuho.

Sementara soal relokasi menurut Manuho, masyarakat mengharapkan mereka bisa ditempatkan di daratan pulau Tagulandang. “Kami masyarakat berharap pemerintah dapat mencari tempat di pulau Tagulandang yang masih dekat dengan pulau Ruang,” ungkapnya.

Peliput: Rendy Saselah

Barta1.Com
Tags: erupsiruanggunungruanglaingpatehipumpenteTagulandang
ADVERTISEMENT
Redaksi Barta1

Redaksi Barta1

Next Post
Foto: Pj. Bupati Sangihe, dr. Rinny Tamuntuan memberi sambutan pada pelepasan Jamaah Calon Haji dari Sangihe. (Dok. Istimewa)

Semangat dan Doa: Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe Mengiringi Jamaah Calon Haji

Discussion about this post

Berita Terkini

  • GERAK Ungkap Cacat dalam Juknis Penyaluran Bantuan Bencana Gunung Ruang 25 April 2026
  • Terumbu Karang: Penjaga Kehidupan Laut dan Kepentingan Dunia 25 April 2026
  • Tragedi Lalu Lintas di Manado: Bayi 5 Bulan dan Penumpang Tewas, Dua Pengemudi Jadi Tersangka 24 April 2026
  • Dikda Sulut Diminta Turun ke SMAN 8 Manado, Bentuk Satgas Anti Pungli Jelang Kelulusan Siswa 24 April 2026
  • Manado Jadi Pusat Diplomasi Kelautan, Duta Besar CTI-CFF Bahas Ekonomi Biru Berkelanjutan 24 April 2026

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In