Bitung,Barta1.com – Hasil pelaksanaan seleksi Pelatihan Daerah (PELATDA) Arung jeram untuk PON XXI Sulawesi Utara (Sulut) yang dikeluarkan Rabu, (3/4/2024) dirasa tidak adil untuk atlet Federasi Arung Jeram (FAJI) Bitung.
Pengurus Faji Sulut yang dipimpin oleh ketua umum, Richard Sualang, dianggap tak jelas. Pasalnya Wesly Tamasiro, ketua bidang bina prestasi Faji Bitung menjelaskan bahwa atlet utusannya merasa dicurangi.
“Sesuai data yang kami terima dari atlet. Hasil yang ada berubah dari data pencapaian atlet tertanggal 17 Februari 2024. Diduga dirubah saat penentuan atlet yang lolos ke PON,” Jelas Wesly.
Selanjutnya, Wesly, meminta Faji Sulut untuk bisa menjelaskan kenapa sampai ada perbedaan dalam hasil pencapaian atlet dari tes February lalu dengan yang diberikan saat penentuan.
“Ada apa-apa pastinya ini. Bisa-bisanya organisasi sekelas Faji sulut, melakukan kesalahan dalam penentuan atlet. Kalaupun ada kesalahan penginputan pasti datanya tidak beda jauh, ini sangat bertolak belakang. Nilai atlet kami dikurangi sementara atlet lainnya dinaikan, tak jelas itu namanya,” tegasnya.
Sementara Pengurus Faji Sulut melalui Wakil Ketua 2 bidang bina prestasi kompetisi dan ekspedisi Faji Sulut, Frangky Singkoh, menjelaskan bahwa terkait masalah ini dirinya masih belum berkoordinasi dengan manager dan pelatih.
“Saya belum mendengar tentang penilaian seleksi PON, cuma nantinya saya akan berkoordinasi dengan manager dan pelatih tentang permasalahan ini,” ucap Frangky melalui sambungan seluler.
Sementara ketua Faji Sulut, Richard Sualang, saat dikonfirmasi melalui nomor handphone 0821-9223-0XXX, sampai berita ini dipublikasikan masih belum menanggapi. (*)
Editor: Meikel Pontolondo


Discussion about this post