Manado, Barta1.com – Latimojong adalah satu nama gunung yang keberadaannya di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, Indonesia. Memiliki ketinggian 3.478, gunung tersebut menjadi salah satu tempat yang sering dikunjungi oleh para pendaki dari berbagai daerah.
Dikenal dengan panorama yang menawan, lembah hijau yang luas, air terjun yang deras, dan tebing-tebing yang curam yang menjulang tinggi. Itulah kekayaan alam, kata Patrick Paendong, yang bisa ditemui di Gunung Latimojong.
“Bahkan setiap pendaki ketika berada di puncak Gunung Latimojong bisa melihat momen matahari terbit dan terbenam yang begitu indah,” ungkap Patrick kepada Barta1.com, Kamis (28/03/2024).
Patrik menambahkan, bahkan Latimojong juga merupakan bagian dari tujuh puncak tertinggi Indonesia atau seven summits of Indonesia, yang dipenuhi dengan hutan tipe montana yang bisa bertumbuh di wilayah yang memiliki ketinggian 2.000 hingga 3.000 meter dari permukaan laut.
“Kami melakukan pendakian dari dusun Karangan menuju pos 5 memakan waktu 5 sampai 6 jam, kemudian menuju puncak Rante Mario memakan waktu 4 jam,” ujar pemuda kelahiran Manado, 23 September 2002 itu, sembari menyebut Gunung Latimojong memiliki 7 pos.
Melakukan pendakian Gunung Latimojong, tambah Patrick, setiap pendaki harus memiliki pengetahuan tentang perjalanan, kemudian fisik dan mental yang baik, mengingat medannya cukup menantang. “Ketika tiba di Basecamp atau di puncak Gunung, sebelum memasak atau sesudah, sedianya setiap pendaki harus mengevaluasi setiap perjalanan yang sudah dilakukan.”
“Pendakian kemarin saat memasuki ketinggian 3.000 meter, saya sendiri sampai merasakan gangguan dengan pernafasan, apalagi perjalanan saat itu bertepatan dengan hujan yang begitu lebat. Jadi kondisi kesehatan mulai terganggu, akan tetapi semua bisa terlewati karena sebuah tekad dan persiapan yang matang. Dan bersyukur bisa menginjakkan kaki di puncak Rante Mario,” jelas anak ke 4 dari 4 bersaudara dari pasangan Joutje Paendong dan Vally Waleleng itu.
Dalam melakukan pendakian banyak hal yang bisa dipelajari, pertama berkaitan pengetahuan alam, seperti flora, fauna beserta budaya dari masyarakatnya. Berikutnya bisa melatih kepribadian seseorang dari segi kesabaran, ketekunan dan mental. Bahkan bisa memperkokoh persahabatan dan kerjasama tim, serta bagaimana cara mengambil sebuah keputusan.
“Intinya sangat bahagia bisa menginjakkan kaki di salah satu puncak tertinggi di Indonesia, yang menjadi salah satu seven summits of Indonesia. Dan ke depannya juga, akan terus melakukan pendakian dibeberapa Gunung yang belum dikunjungi. Tinggal mencari waktu yang tepat saja,” kata mahasiswa akhir Politeknik Negeri Manado ini.
Di luar dari pada itu, adapun hal yang tidak bisa dilakukan oleh para pendaki saat melakukan pendakian di Gunung Latimojong, yaitu dilarang membuang sampah sembarangan apalagi melakukan vandalisme (perbuatan merusak) di Tugu dan Pepohonan.
“Jika ditanya ke Gunung Latimojong menggunakan apa. Saya dan teman-teman menggunakan kendaraan roda dua (Motor) dari Kota Manado dan menghabiskan materi (keuangan) kurang lebih Rp. 2 juta dengan waktu 3 Minggu. Anggaran 2 Juta itu sudah menjangkau pergi-pulang (PP), bahkan kami bisa melanjutkan perjalanan lagi ke Makasar,” ucap Patrick yang memulai aktivitas pendakian Iitu sejak tahun 2015. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post