• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Senin, April 27, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Edukasi

Keindahan dan Medan Gunung Latimojong, Begini Cerita Patrick Paendong

by Meikel Eki Pontolondo
28 Maret 2024
in Edukasi
0
Patrick Paendong saat berada di Puncak Gunung Latimojong. (Foto: istimewa)

Patrick Paendong saat berada di Puncak Gunung Latimojong. (Foto: istimewa)

0
SHARES
541
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Manado, Barta1.com –  Latimojong adalah satu nama gunung yang keberadaannya di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, Indonesia. Memiliki ketinggian 3.478, gunung tersebut menjadi salah satu tempat yang sering dikunjungi oleh para pendaki  dari berbagai daerah.

Dikenal dengan panorama yang menawan, lembah hijau yang luas, air terjun yang deras, dan tebing-tebing yang curam yang menjulang tinggi. Itulah kekayaan alam, kata Patrick Paendong, yang bisa ditemui di Gunung Latimojong.

“Bahkan setiap pendaki ketika berada di puncak Gunung Latimojong  bisa melihat momen matahari terbit dan terbenam yang begitu indah,” ungkap Patrick kepada Barta1.com,  Kamis (28/03/2024).

Patrik menambahkan,  bahkan Latimojong juga merupakan bagian dari tujuh puncak tertinggi Indonesia atau seven summits of Indonesia, yang dipenuhi dengan hutan tipe montana yang bisa bertumbuh di wilayah yang memiliki ketinggian 2.000 hingga 3.000 meter dari permukaan laut.

“Kami melakukan pendakian dari dusun Karangan menuju pos 5 memakan waktu 5 sampai 6 jam, kemudian menuju puncak Rante Mario memakan waktu 4 jam,” ujar pemuda kelahiran Manado, 23 September 2002 itu, sembari menyebut Gunung Latimojong memiliki 7 pos.

Melakukan pendakian Gunung Latimojong, tambah Patrick, setiap pendaki harus memiliki pengetahuan tentang perjalanan, kemudian  fisik dan mental yang baik, mengingat medannya cukup menantang. “Ketika tiba di Basecamp  atau di puncak Gunung, sebelum memasak atau sesudah, sedianya setiap pendaki harus mengevaluasi setiap perjalanan yang sudah dilakukan.”

“Pendakian kemarin saat memasuki ketinggian 3.000 meter, saya sendiri sampai merasakan gangguan dengan pernafasan, apalagi perjalanan saat itu bertepatan dengan hujan yang begitu lebat. Jadi kondisi kesehatan mulai terganggu, akan tetapi semua bisa terlewati karena sebuah tekad dan persiapan yang matang. Dan bersyukur bisa menginjakkan kaki di puncak Rante Mario,” jelas anak ke 4 dari 4 bersaudara dari pasangan Joutje Paendong dan Vally Waleleng itu.

Dalam melakukan pendakian banyak hal yang bisa dipelajari, pertama  berkaitan pengetahuan alam, seperti flora, fauna beserta budaya dari masyarakatnya. Berikutnya bisa melatih kepribadian seseorang dari segi kesabaran, ketekunan dan mental. Bahkan bisa memperkokoh persahabatan dan kerjasama tim, serta bagaimana cara mengambil sebuah keputusan.

“Intinya sangat bahagia bisa menginjakkan kaki di salah satu puncak tertinggi di Indonesia, yang menjadi salah satu seven summits of Indonesia. Dan ke depannya juga,  akan terus melakukan pendakian dibeberapa Gunung yang belum dikunjungi. Tinggal mencari waktu yang tepat saja,” kata mahasiswa akhir Politeknik Negeri Manado ini.

Di luar dari pada itu, adapun hal yang tidak bisa dilakukan oleh para pendaki saat melakukan pendakian di Gunung Latimojong, yaitu dilarang membuang sampah sembarangan apalagi melakukan vandalisme (perbuatan merusak) di Tugu dan Pepohonan.

“Jika ditanya ke Gunung Latimojong menggunakan apa. Saya dan teman-teman  menggunakan kendaraan roda dua (Motor) dari Kota Manado dan menghabiskan materi (keuangan) kurang lebih Rp. 2 juta dengan waktu 3 Minggu. Anggaran 2 Juta itu sudah menjangkau  pergi-pulang (PP), bahkan kami bisa melanjutkan perjalanan lagi ke Makasar,” ucap Patrick yang memulai aktivitas pendakian Iitu sejak  tahun 2015. (*)

 

Peliput: Meikel Pontolondo

 

 

 

 

 

Barta1.Com
Tags: Gunung LatimojongKabupaten EnrekangPatrick PaendongPendaki Sulut
ADVERTISEMENT
Meikel Eki Pontolondo

Meikel Eki Pontolondo

Jurnalis di Barta1.com

Next Post
Christiany Eugenia Paruntu, Unauthorized Biography

CEP Disiapkan Cagub Golkar Sulut, Berpeluang Koalisi PD-Gerindra

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Polisi Ringkus Gembong Sabu Karombasan, Jaringan Dikendalikan dari Lapas Tuminting 27 April 2026
  • Akses Jalan Likupang Dikeluhkan Warga, DPRD Sulut Panggil PT MSM dan BPJN RDP 27 April 2026
  • Bupati Hadiri HUT ke-64 Jemaat GMIST Samaria Bulude, Letakkan Batu Dasar Ruang Serbaguna 27 April 2026
  • GERAK Ungkap Cacat dalam Juknis Penyaluran Bantuan Bencana Gunung Ruang 25 April 2026
  • Terumbu Karang: Penjaga Kehidupan Laut dan Kepentingan Dunia 25 April 2026

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In