Sangihe, Barta1.com -Lapangan mini Papanuhung Santiago Tampunganglawo, yang juga dikenal sebagai Rumah Jabatan Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe, menjadi saksi perayaan megah dalam rangka memperingati ulang tahun Daerah Kepulauan Sangihe yang ke-599. Puncak acara ditandai dengan pelaksanaan upacara adat Tulude pada 31 Januari 2024, dihadiri oleh ribuan warga yang memadati tempat tersebut.
Warga Sangihe dari berbagai penjuru tampak antusias dan larut dalam suasana sakral dan kebersamaan. Mereka membawa ucapan syukur berupa makanan sebagai bagian dari ritual terakhir, yaitu makan bersama. Pemandangan memukau terlihat saat siapa pun dari latar apapun berbagi piring dalam kesatuan upacara sakral suku Sangihe ini.
Tulude, sebuah peristiwa tahunan yang dinantikan, menggabungkan doa untuk perlindungan bangsa dari bencana, serta harapan akan berkat di masa depan. Selain beragam atraksi budaya yang memukau, fokus utama tetap pada nilai dan semangat melestarikan budaya suku bangsa Sangihe.
Salah satu momen istimewa dari perayaan ini adalah kebanggaan Rama Bakti Ardiansah, seorang siswa sekolah menengah, yang dipercayakan sebagai pembawa acara pada upacara adat tersebut. Ardiansah menyampaikan rasa terima kasihnya kepada panitia atas kepercayaan tersebut, merasa lega karena berhasil menunaikan tugas tersebut dengan baik.
“Luar biasa, saya merasa lega dan bangga karena diberikan kesempatan menjadi salah satu pembawa acara pada upacara adat Tulude ini. Saya berterima kasih karena diberi kesempatan untuk mengenal lebih dekat budaya Sangihe. Hal ini semakin membuat saya mencintai tradisi yang diwariskan leluhur kita Sangihe,” ungkap Ardiansah.
Penjabat Bupati Kepulauan Sangihe, dr Rinny Tamuntuan, dalam sambutannya menyoroti makna mendalam dan sakral dari upacara adat Tulude. Setiap tahun, acara ini dilaksanakan seiring dengan perjalanan panjang sejarah dan eksistensi Daerah Kepulauan Sangihe, bersamaan dengan peringatan hari ulang tahun daerah.
“Acara Tulude memiliki makna yang sangat mendalam dan sakral karena di dalamnya terkandung tiga hal penting: mensyukuri segala berkat dan anugerah Tuhan, memohon ampun atas segala kesalahan dan dosa di tahun yang silam, serta menyerahkan dan memohon penyertaan Tuhan di tahun yang baru,” ungkap dr Rinny Tamuntuan, Rabu (31/1/2024).
Dalam perayaan upacara adat Tulude sendiri turut dihadiri oleh Sekretaris Provinsi Sulut, Steve Andries Kepel, ST, M.Si, Ketua DPRD Provinsi Sulut, dr Fransiskus Andi Silangen, Ketua TP-PKK Provinsi Sulut, Ir. Rita Maya Tamuntuan, Forkopimda Sangihe, Anggota DPRD Kabupaten Sangihe, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, dan tentunya masyarakat Sangihe baik muda ataupun tua. Acara berjalan meriah dan penuh makna, meneguhkan kembali kebanggaan dan cinta terhadap warisan budaya Sangihe yang kaya dan berwarna.
Peliput: Rendy Saselah


Discussion about this post