Sangihe, Barta1.com – Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe, Michael Thungari memastikan pemerintah daerah akan memprioritaskan pengiriman bantuan kebutuhan pokok bagi warga terdampak gempa bumi Magnitudo 7,7, khususnya di Kecamatan Kepulauan Marore yang mengalami kerusakan paling parah.
Pernyataan tersebut disampaikan Michael saat memimpin rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) terkait penanganan pascabencana gempa di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Selasa (9/6/2026).
Menurut Michael, bantuan tahap awal yang akan dibawa ke wilayah terdampak difokuskan pada sembako dan kebutuhan dasar masyarakat untuk memenuhi kebutuhan selama beberapa pekan ke depan.
“Kita ke sana dulu membawa sembako yang bisa mereka pakai selama tiga minggu ke depan. Kita utamakan dulu sembako. Pastikan lebih, jangan sampai di sana ada yang tidak terdata. Lebihkan 20 sampai 30 persen,” kata Michael.
Ia menjelaskan, kebutuhan darurat masyarakat saat ini lebih mendesak dibandingkan penyediaan material bangunan.
Karena itu, pemerintah daerah akan memusatkan perhatian pada penyediaan bahan pangan, dapur umum, serta kebutuhan pokok lainnya.
“Bahan bangunan barangkali belum bisa kita cari sekarang,” ujarnya.
Michael mengusulkan agar tim bantuan diberangkatkan pada Rabu (10/6/2026) malam apabila seluruh kebutuhan logistik telah siap.
Rombongan direncanakan bertolak sekitar pukul 22.00 Wita menuju Kecamatan Kepulauan Marore.
“Saya sarankan kalau tidak ada aral melintang kita berangkat besok malam supaya bisa segera tiba di Kepulauan Marore,” katanya.
Selain membawa bantuan, Michael meminta seluruh personel yang ikut dalam misi kemanusiaan menyiapkan kebutuhan konsumsi selama perjalanan.
Langkah tersebut dilakukan agar kedatangan tim bantuan tidak menambah beban warga yang sedang menghadapi kondisi darurat pascagempa.
“Kita datang harus siapkan makanan selama perjalanan supaya tidak memberatkan mereka di sana. Pastikan dulu soal makanan ini, sembako dan dapur umum,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Michael juga meminta pihak Kejaksaan Negeri Sangihe ikut mengawal proses penyaluran bantuan agar berjalan transparan dan tepat sasaran.
Menurut dia, pengawasan penting dilakukan untuk mencegah adanya penyimpangan maupun pihak-pihak yang mencoba mengambil keuntungan di tengah situasi bencana.
“Tolong pihak kejaksaan untuk mengawal ini. Jangan sampai ada pihak-pihak yang mencari keuntungan di bencana ini,” tegasnya.
Ia juga meminta koordinasi segera dilakukan dengan Bulog guna memastikan ketersediaan stok bahan pangan bagi warga terdampak.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe diminta memimpin persiapan teknis penyaluran bantuan serta mengoordinasikan seluruh instansi yang terlibat.
Berdasarkan data sementara Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kecamatan Kepulauan Marore menjadi wilayah yang mengalami dampak kerusakan paling besar akibat gempa bumi Magnitudo 7,7.
Dari tiga kampung yang terdampak, tercatat sebanyak 169 bangunan mengalami kerusakan. Rinciannya terdiri atas 148 rumah warga, lima gereja, satu masjid, tiga sekolah, dua kantor kampung, serta enam fasilitas umum lainnya.
Peliput: Rendy Saselah


Discussion about this post