• #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial
Rabu, Juni 17, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Edukasi

Renungan Kristen 3 Februari 2024: Penasihat, Bukan Penjahat

by Agustinus Hari
3 Februari 2024
in Edukasi
0
Renungan Kristen 3 Februari 2024: Penasihat, Bukan Penjahat

Ilustrasi renungan Kristen. (foto: istimewa)

0
SHARES
245
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Manado, Barta1.com – Renungan Kristen pada hari ini Sabtu, 3 Februari 2024 berjudul: Penasihat, Bukan Penjahat sesuai bacaan Alkitab 2 Samuel 15:12.

Absalom merasa diri cukup kuat posisinya untuk merebut kekuasaan dari ayahnya, raja Daud. Ketika dia mempersembahkan korban sebagai bentuk ibadahnya kepada Tuhan sesuai nazarnya yang sesungguhnya hanyalah modus agar dia dapat dengan leluasa mempersiapkan diri dalam proses kudeta yang dilakukannya itu, dia mengundang seorang kepercayaan raja Daud, yakni Ahotofel yang adalah penasihat ayahnya. Daud sangat mengenal Ahitofel. Maka ketika dia mendengar Ahitofel sudah berpihak kepada Absalom, maka spontan Daud berdoa kepada Tuhan: “gagalkanlah kiranya nasihat Ahitofel itu, ya Tuhan.” (2 Sam 15:31b)

Daudpun mendapatkan hikmat untuk menyusupkan sahabat baiknya Husai, orang Akri untuk berpura-pura berpihak kepada Absalom, dengan maksud menggagalkan segala nasihat Ahitofel kepada Absalom. Ketika ditanya Absalom mengapa Husai meninggalkan kawan karibnya itu, Husai menjawabnya bahwa dia hanya akan berpihak kepada raja yang disertai Tuhan dan berpihak kepada rakyat. Maka seperti menjadi hamba Daud, demikian juga dia menjadi hamba anak Daud, Absalom yang telah menjadi raja. Hal ini tidak dicurigai oleh Absalom dan dia mempercayai pembelotan Husai yang mengikuti penasihat raja, Ahitofel.

Si penasihat yang jahat yakni Ahitofel, juga tidak curiga. Absalom pun meminta nasihat Ahitofel tentang apa yang harus dilakukan oleh Absalom terhadap Daud. Yakni Absalom harus meniduri semua gundik ayahnya dengan diketahui semua rakyat sehingga semua mereka semakin tahu dan membenci Daud. Itu dituruti dan dilakukan oleh Absalom. Dia meniduri semua isteri selir ayahnya dengan diketahui semua rakyat.

Nasihatnya yang kedua adalah dia meminta Absalom mengizinkan dia memilih dua belas ribu orang mengejar Daud pada malam itu juga. Saat dia lelah, maka dia menangkap dan membunuh Daud. Sedangkan orang yang mengikuti Daud, selamat dan mengabdi kepada Absalom. Tapi nasihat ini digagalkan oleh nasihat Husai. Dia berkata tidak segampang itu mengalahkan Daud karena dia sangat kuat. Pastilah mereka dikalahkannya. Karena itu, nasihat Husai lebih didengar dan diterima oleh Absalom.

Yakni bahwa Absalom harus mengumpulkan semua orang Israel kemudian bersama Absalom menyerbu dan menangkap raja. Sehingga dengan tangannya sendiri dia mengalahkan raja. Husai kemudian secara diam-diam menyuruh Daud bersembunyi agar dia selamat. Absalom menganggap bahwa nasihat Husai lebih baik dari Ahitofel. Hal ini membuat Ahitofel kecewa. Karena malu naaihatnya ditolak raja, Ahitofel pulang mengurusi rumahnya kemudian menggantungkan diri. Yah, nasihat jahat dari penasihat jahat membawa damai, bukan permusuhan, pertentangan dan perpecahan. Penasihat jangan jadi provokator. Tapi jadilah penasihat yang menyampaikan suara kenabian yang berisi pesan kebaikan yang mendamaikan dan mempersatukan. Sehingga kita hidup bersama dalam terang sinar kasih Allah. Bukan memecah belah jadi sumber masalah dalam keluarga, jemaat, masyarakat bahkan di lingkungan pekerjaan dan pergaulan kita. Jauhkan itu dari prilaku hidup kita.

Demikian firman Tuhan hari ini: Ketika Absalom hendak mempersembahkan korban, disuruhnya datang Ahitofel, orang Gilo itu, penasihat Daud, dari Gilo, kotanya. Demikianlah persepakatan gelap itu menjadi kuat, dan makin banyaklah rakyat yang memihak Absalom, (ay 12).

Janganlah melakukan persepakatan gelap yang mencelakakan sesama. Apalagi kepada keluarga dan orangtua kita sendiri. Itu ciri-ciri orang yang masih hidup dalam kegelapan dan dikuasai oleh kuasa gelap. Ketika kita berkumpul, bersekutulah untuk kebaikan dan hidup yang saling membangun. Bukan memecah belah. Janganlah bersekongkol dengan yang jahat agar hidup kita tidak hancur oleh kejahatan kita sendiri. Karena yang jahat akan selalu meminta korban atau tumbalnya.

Sebaliknya, hiduplah sesuai kehendak firman Tuhan. Jadilah teladan dalam hal berbuat baik dan mewujudkan kasih kepada Tuhan dan kepada sesama. Hendaklah kita hidup menyenangkan hati Tuhan dengan terus setia dan taat pada-Nya.

Ke mana saja kita pergi dan berada, apapun yang kita lakukan dan kerjakan, jadilah berkat dengan terus hidup berkenan kepada Tuhan. Kasihilah dan hargailah sesama, seperti yang kita inginkan orang lain lakukan juga untuk kita. Jika kita tidak berkompromi dengan yang jahat, tetapi hidup dalam Tuhan, pastilah kita diberkati dan terus dikasihi-Nya dalam segala hal, secara heran, dahsyat, ajaib dan luar biasa. Karena bersama Yesus mujizat itu pasti nyata sebab kasih-Nya tiada terbatas dan tiada berkesudahan bagi kita, amin.

Penulis : Agustinus Hari
Sumber : RHK GMIM

Barta1.Com
Tags: 3 Februari 2024AlkitabDaudKristusRenungan KristenRHK GMIMTuhanYesus
ADVERTISEMENT
Agustinus Hari

Agustinus Hari

Pemimpin Redaksi di Barta1.com

Next Post
Dukung Ganjar-Mahfud, Ahok Mundur dari Komisaris Pertamina

Dukung Ganjar-Mahfud, Ahok Mundur dari Komisaris Pertamina

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Perkuat Kolaborasi dan Capaian IKU, Universitas Negeri Gorontalo Kunjungi Polimdo 17 Juni 2026
  • Tuntutan Demonstrasi di DPRD Sulut, Ratusan Polisi Siaga Sejak Pagi 17 Juni 2026
  • 29 Tahun Dalam Kasih  Tuhan, Jemaat GMIM Kharisma Buha Rayakan HUT Penuh Sukacita  17 Juni 2026
  • Menjaga Warisan Leluhur Sejak Dini: Bramicho Russel Querfo Makauntung, Remaja Pecinta Seni Masamper 17 Juni 2026
  • Polisi Gerak Cepat Amankan Pelaku Penganiayaan di Wangurer 16 Juni 2026

AmsiNews

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In