Manado, Barta1.com – Dalam Renungan Kristen hari ini Kamis 11 Januari 2024 diberi judul: Hidup Serupa dengan Kristus sesuai bacaan Alkitab Filipi 3:10-12.
Ketaatan Saulus kepada hukum Taurat telah membuat dia sangat bersemangat menganiaya dan tak segan-segan membunuh orang yang percaya kepada Yesus. Dia bahkan meminta surat kuasa (meterai) dari para imam dan tua-tua Yahudi untuk pergi ke Damsyik menangkap dan memenjarakan serta menganiaya semua orang yang mengikuti Yesus. Siapa saja yang beriman, dan percaya pada Yesus, pasti ditangkap dengan alasan melawan hukum Taurat dll.
Tetapi, di tengah perjalanan menuju ke Damsyik itu, Saulus bukan menangkap para pengikut Yesus, tapi dialah yang ditangkap Yesus. Dia jatuh ke tanah dan sinar terang bercahaya yang kemudian membuat matanya jadi buta. Ketika itulah dia bertemu Yesus dan setelah buta selama 3 hari, Kristus mengubahkan hidupnya. Namanya juga berubah, bukan lagi Saulus tapi Paulus. Ananias yang dipakai Tuhan kemudian menjamah matanya yang buta sehingga bisa melihat kembali seperti biasa.
Paulus berobah hidupnya 180 derajat. Dari menangkap, akhirnya dia yang ditangkap. Selanjutnya, dia ingin menangkap hidup yang berkemenangan dan menikmati keselamatan kekal di dalam Kristus, setelah dia mengenal Yesus, hidup serupa dengan Dia dan hidup di dalam Dia. Bahkan menjadi hamba-Nya yang setia dalam memberitakan Injil Kristus. Apa yang menjadi kebanggaannya yakni sebagai penganut fanatik dan militan hukum Taurat yang siap menangkap, memenjarakan, menganiaya dan membunuh orang, dia tinggalkan. Karena ternyata semuanya itu tiada berguna, di luar Yesus.
Ketika mengenal Yesus, barulah Paulus tahu bahwa dia sangat beruntung, berkemenangan, beroleh hidup yang sejati serta keselamatan kekal. Dia tahu bahwa hanya bersama Yesus, ada kebangkitan dari orang mati. Sudah tentu asal dia hidup serupa dengan Kristus, yakni mengenal kuasa kebangkitan-Nya dan hidup dalam persekutuan penderitaan dan kematian-Nya. Sebab dengan demikian, dia bersama semua umat yang percaya kepada Yesus akan dibangkitkan dari orang mati dan menikmati kebahagiaan kekal di sorga mulia.
Itulah keuntungan dan kemenangan yang melebihi kemenangan apapun di dunia. Karena kita beroleh berkat, kasih karunia berlimpah di bumi, dan bahagia selamanya, jika kita mengenal Dia, percaya dan melakukan segala perintah, ajaran dan teladan-Nya bahkan pengorbanan-Nya untuk manusia, hidup serupa dengan Dia.
Maka Paulus sangat berbahagia mengenal dan memiliki Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya, yang juga adalah Juruselamat seluruh umat manusia, termasuk kita yang hidup dalam kekinian. Paulus sangat bersyukur ditangkap oleh Kristus dan diberikan kesempatan mengenal dan melayani Dia dalam segala karya penginjilannya. Karena setelah dia ditangkap oleh Yesus, maka dia akan menangkap hidup bahagia kekal. Jadi, dia sangat yakin bahwa setelah dia ditangkap Yesus, maka dalam ketaatannya kepada Kristus, dia juga pasti menangkap apa yang dia harapkan, yakni hidup kekal.
Karena itu, Paulus mengajarkan dan mengingatkan semua orang Filipi yang sudah percaya kepada Yesus agar hidup serupa dengan Kristus. Yakni mengikuti dan melakukan semua ajaran dan keteladanan-Nya serta hidup dalam Dia. Sebab adalah kebahagiaan sempurna bagi kita yang sudah mengenal Kristus dan percaya kepada Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat semua semua umat manusia.
Karena hanya bersama Yesus, kita beroleh kehidupan yang kekal. Dan hanya Dialah satu-satunya jalan menuju keselamatan. Hanya melalui Dia kita boleh datang kepada Bapa, menikmati berkat dan segala sukacita, damai sejahtera di bumi, serta hidup selamanya bersama-Nya.
Demikian firman Tuhan hari ini: Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati.
Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena aku pun telah ditangkap oleh Kristus Yesus, (ay 10-12).
Surat Paulus itu juga untuk kita. Dia mengajarkan kita yang sudah percaya dan mengenal Kristus untuk tidak lalai mengikuti dan melakukan semua firman-Nya. Karena itu semua untuk kebaikan kita di bumi maupun dalam kehidupan kekal.
Seperti Paulus, marilah kita menangkap hidup yang penuh berkat, kasih karunia dan keselamatan kekal, dengan terus mencari Dia dan melakukan semua perintah, ajaran dan teladan-Nya. Maka, aman, nyaman, damai, sukacita sempurnalah hidup kita selamanya bersama-Nya, amin.
Penulis : Agustinus Hari
Sumber : RHK GMIM


Discussion about this post