Manado, Barta1.com – Bagaimana kabar sahabat Kristen hari ini? Renungan Kristen Jumat 5 Januari 2024 diambil dari Ulangan 8 : 17 – 18. Dengan judul renungan: Ingatlah Tuhan, Dia Sumber Berkat.
Allah sangat konsern dengan janjinya dan konsekwen menepatinya. Janji Allah, pasti ditepati. Apalagi janji kepada orang yang sangat Dia kasihi. Terutama kepada Abraham, Ishak dan Yakub (Israel). Dia berjanji memberkati keturunannya dan membuat banyak jumlahnya. Seperti debu tanah, seperti bintang dan seperti pasir di laut. Artinya sangat banyak dan tak terhitung.
Dia juga telah berjanji membawa bangsa itu masuk tanah Kanaan, tanah yang berlimpah susu dan madunya. Di sana, mereka akan diberkati secara melimpah. Mereka akan menjadi kenyang, meraih banyak kesuksesan. Bahkan kekayaan dan kekuasaan serta kehormatan akan mereka raih. Umur panjang juga Tuhan karuniakan kepada mereka. Semua pasti dan sudah terjadi. Bangsa itu menjadi sangat luar biasa, karena Allah menyertai dan memberkati mereka secara heran, ajaib, dahsyat dan luar biasa.
Tuhan mengaruniakan semuanya itu karena janji-Nya kepada nenek moyang mereka yang sangat taat dan setia kepada-Nya. Maka Allah berpegang pada janji-Nya itu dan konsisten mewujudkan-Nya sebagai wujud cinta kasih Allah yang tak terbatas bagi mereka. Meski Allah sendiri tahu bahwa mereka adalah bangsa yang degil, tegar tengkuk dan pemberontak. Tetapi karena kasih Allah, mereka mendapatkan belas kasihan-Nya.
Namun, ketika mereka telah hidup di tanah perjanjian itu dan menikmati segala kasih karunia Allah, kekayaan, kehormatan, kemuliaan, berkat, umur panjang dsbnya, mereka harus ingat dan sadar bahwa itu adalah pemberian Allah. Semuanya bersumber dari Allah. Bukan hasil usaha, kerja, kekuatan dan kekuasaan mereka. Tapi hanya karena belas kasihan Allah yang mengingat janji-Nya kepada leluhur mereka, Abraham, Ishak dan Yakub.
Dengan tegas Musa mengingatkan mereka agar jangan menganggap dirinya hebat. Jangan merasa diri lebih baik dan memandang rendah orang lain bahkan mengabaikan Tuhan. Sebab, Allah memandang bersalah orang yang merasa dirinya lebih pintar, lebih baik dan lebih hebat serta lebih berkuasa dari yang lain. Sebab, apapun yang kita miliki, semua dari Allah asalnya, bukan atas kehebatan kita. Maka janganlah sombong, angkuh dan lupa diri. Jangan mabuk oleh kekayaan dan memandang rendah Tuhan. Itu pengkhianatan kepada kasih Allah.
Itulah sebabnya, Musa mengatakan bahwa semua umat itu, ketika telah diberkati, hidup aman, nyaman, bahagia dan sukacita serta damai sejahtera di Kanaan, mereka harus ingat Tuhan. Mereka harus terus mempertahankan hidup beriman mereka kepada Allah. Karena dengan demikian, Allah akan semakin mengasihi mereka. Sebab Allah akan terus mengingat janji-Nya kepada nenek moyang mereka yang hidup beriman kepada-Nya, setia dan taat pada perintah Allah.
Sebab ketika Allah berjanji, maka pasti Allah menepatinya. Allah meneguhkan janji-Nya kepada Abraham, Ishak dan Yakub dengan mengaruniakan segala yang terbaik kepada keturunannya dan memberikan rasa nyaman di negeri yang sungguh mengagumkan itu. Tanpa Allah, umat Israel tidak dapat melakukan apapun. Mereka pasti gagal dalam segala hal. Tetapi karena kasih Tuhan, mereka menikmati kasih karunia yang sungguh jauh melebihi apa yang mereka inginkan dan harapkan. Allah melakukan semuanya itu untuk kebaikan semua umat Tuhan, termasuk kita yang hidup di zaman now.
Maka janganlah merasa diri hebat, sehingga kita lupa diri. Jangan merasa diri lebih baik, yang membuat kita jadi sombong dan angkuh. Itu akan menjerat dan menghukum diri kita sendiri. Ingatlah perbuatan Tuhan yang ajaib untuk kita. Apapun yang kita miliki, kita raih dan dapatkan saat ini, semua bersumber dari Allah dalam Tuhan Yesus Kristus saja. Bukan karena kuat dan gagah serta pintarnya kita. Pun kuat, gagah dan pintarnya kita itu berasal dari Allah.
Demikian firman Tuhan hari ini: Maka janganlah kaukatakan dalam hatimu: Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini.
Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini. (ay 17-18)
Sombong, adalah gerbang kehancuran. Lupa diri adalah awal dari kegagalan. Angkuh, merasa diri lebih hebat, menganggap orang lain rendah, bodoh dan melupakan Tuhan, adalah jalan tol menuju kebinasaan kekal.
Maka kita diingatkan agar jangan melupakan Tuhan. Ingatlah Tuhan. Bersyukurlah selalu. Teruslah hidup setia dan taat kepada Allah. Turuti kehendak-Nya. Allah menyertai dan memberkati kita secara heran, dahsyat dan luar biasa, amin.
Penulis : Agustinus Hari
Sumber : RHK GMIM


Discussion about this post