Bitung, Barta1.com – Sekumpulan anak muda tak henti-hentinya mencoba mengubah pandangan kebanyakan orang tentang masyarakat Pasar Tua Kota Bitung dengan membentuk Komunitas Preman Kreatif Bitung. Hal itu disampaikan langsung Djunaedi Syahrial Aneta kepada Barta1.com, Taman Kesatuan Bangsa (TKB) Kota Bitung, Sabtu (2/11/2023).
“Preman kreatif Bitung itu hadir karena keresahan dengan pandangan orang lain bahwa masyarakat di Pasar Tua Bitung dicap buruk. Perilaku yang sebelumnya dilakukan oleh para orang tua terbawah terus di pandangan orang lain sampai generasi saat ini. Dahulu okelah seperti itu, tapi bukan dengan generasi Pasar Tua yang sekarang ini,” ungkap Djunaedi yang saat itu didampingi salah satu pendiri Komunitas Preman Kreatif Bitung, Juhardi Indra Sanusi.
Menurutnya, kehadiran Komunitas Preman Kreatif ini untuk membuka pandangan masyarakat di luar sana bahwa masyarakat Pasar Tua itu ada perubahan, tidak sama dengan pandangan yang disangkakan hingga saat ini.
“Secara umum tujuan dari Komunitas ini dibentuk untuk berbuat baik. Berkaitan dengan berbuat baik semua orang bisa melakukannya kan. Jangan resah dengan diri sendiri bahwa sudah disebut nakal, kemudian minder dengan cara-cara yang baik. Apalagi anak-anak muda saat ini lebih condong berbuat hal negative, sampai lupa berbuat hal yang baik. Maka dari hal itu, berdirilah komunitas Preman Kreatif Bitung pada 7 Juli 2017,” ujarnya sembari mengatakan Preman Kreatif kebanyakan dari masyarakat Pasar Tua Kota Bitung.

Djunaedi kembali menceritakan, bahwa orang-orang yang tergabung dalam Komunitas Preman Kreatif saat ini dari segala macam kasus yang sudah dilakukan, namun sebagiannya juga ada yang masih bersekolah. Namun dengan adanya komunitas Preman Kreatif ini bisa mengajak mereka untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang positif dan bisa membuka wawasannya.
“Kegiatan yang sudah kami lakukan itu lebih banyak ke bidang sosial, di mana kami pernah merayakan kreasi semarak ketupat Pasar Tua Kreatif, bakti sosial yang bisa menghadirkan Danramil bahkan Kapolsek Maesa Bitung. Kemudian melakukan aksi penggalangan dana bagi daerah yang terkena musibah seperti Bolsel, Gorontalo, dan banyak lagi,” tuturnya.
Kemudian, kata Djunaedi, pernah dibuat juga kegiatan Kampung Ramadhan bersama Preman Kreatif di TKB Bitung, upacara 17 Agustus, membuka pos bantuan bencana kebakaran, dan membuat agenda Nobar (Nonton Bareng) edukasi bersama masyarakat Pasar Tua Bitung. Preman Kreatif juga sering terlibat talk show dengan beberapa komunitas di Kota Bitung.
“Selain itu, anggota Preman Kreatif dilatih untuk mengelola usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) pada saat ada event, mengingat teman-teman kebanyakan awam berkaitan dengan UMKM ini awalnya. Dengan dibuatnya kegiatan berkaitan dengan penjualan, dan bagaimana prosedur dan prosesnya. Dari kegiatan itu, ahamdulilah ada yang sudah menjalankan UMKM, dan sampai saat ini masih berjalan di TKB Bitung ini,” terangnya.

Lanjut Juhardi, dengan hadirnya Komnuitas Preman Kreatif alhambulilah terjadi perubahan yang sangat besar. Banyak anak muda yang lebih fokus dengan hal-hal positif, baik itu berkaitan dengan Pendidikan, pekerjaan dan membangun UMKMnya.
Komunitas Preman Kreatif yang keberadaannya di Kecamatan Maesa, Kota Bitung, Sulut, diketuai oleh Muhammar Yakin. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post