• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Senin, April 20, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Nasional

IKN Butuh Sistem Pertahanan Cerdas

by Redaksi Barta1
30 November 2023
in Nasional
0
IKN Butuh Sistem Pertahanan Cerdas

Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn) Dr. Moeldoko, menjadi pembicara pada Forum Diskusi Mewujudkan Pertahanan IKN Nusantara sebagai Center of Gravity Negara, di Hotel Borobudur Jakarta, Kamis (30/11/2023). (foto: KSP)

0
SHARES
59
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, Barta1.com – Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn) Dr. Moeldoko, menegaskan Ibu Kota Nusantara sebagai sentral pemerintahan negara membutuhkan Sistem Pertahanan Cerdas atau Smart Defense. Terlebih perkembangan teknologi telah menjadikan medan pertempuran semakin komplek, dan wilayah IKN masuk dalam radius tiga kapabilitas militer Amerika Serikat dan Tiongkok.

 

“Kerawanan IKN menuntut kita untuk mengadopsi konsep pertahanan cerdas,” tegas Moeldoko saat menjadi pembicara pada Forum Diskusi Mewujudkan Pertahanan IKN Nusantara sebagai Center of Gravity Negara, di Hotel Borobudur Jakarta, Kamis (30/11/2023).

 

Moeldoko menegaskan sistem pertahanan di IKN merupakan subsistem dari sistem pertahanan negara. Untuk itu, kata dia, sistem pertahanan IKN harus disesuaikan dengan ancaman yang dihadapi oleh Indonesia. Lebih lanjut, Ia mengatakan selama ini ancaman yang dihadapi oleh Indonesia lebih fokus di wilayah Jawa, sehingga kekuatan militer Indonesia juga terkonsentrasi di Jawa. Namun dengan pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur, maka ancaman yang dihadapi oleh Indonesia juga akan bergeser. “Saatnya kita konstruksikan lagi kekuatan militer seperti apa yang perlu kitab bawa ke IKN,” ujarnya.

 

Menurut Panglima TNI 2013-2015 ini, dalam membangun kekuatan militer harus disesuaikan dengan perencanaan pertahanan. Apakah berbasis ancaman atau kapabilitas. Pertahanan berbasis ancaman, sambung dia, dilakukan dengan mengidentifikasi potensi lawan, serta menilai kemampuan lawan saat ini dan masa depan. Hal itu membutuhkan pengembangan kemampuan khusus, pemahaman secara komprehensif terhadap berbagai potensi ancaman, serta desain kebijakan dan strategi untuk membentuk kekuatan pertahanan militer dan non militer.

 

Meski menjadi dasar pembangunan kekuatan militer, namun Moeldoko menilai pendekatan berbasis ancaman memerlukan anggaran yang sangat besar. “Kalau pakai pendekatan ini habis anggaran,” ucapnya. Ia pun menilai pembangunan kekuatan militer dengan pendekatan berbasis kapabilitas lebih realistis. Sebab memberikan dasar yang rasional, lebih responsif, berfokus pada tujuan, dan menekankan efisiensi.

 

“Contoh saya sempat buat komandan aksi gabungan sebuah task force yang kalau kita kerahkan punya fleksibilitas dan kecepatan tinggi, kemampuan tempur dahsyat, serta perlengkapan senjata tidak terlalu mahal,” terangnya.

 

Pada kesempatan itu, Moeldoko juga mengingatkan pembangunan IKN mengharuskan Indonesia melakukan transformasi gelar kekuatan TNI. Ia mencontohkan pada matra darat. Di mana keberadaan Kodam untuk pertahanan IKN bersifat mendesak. Posisi IKN yang berada di tengah jalur pelayaran serta memiliki perbatasan darat dengan negara tetangga, menjadikan Nusantara memiliki risiko mengalami agresi serentak dari berbagai medan.

 

Selain itu, keberadaan satuan Zeni juga dibutuhkan di Kodam IKN untuk menunjang kemampuan operasi perang darat yang lebih adaptif. “Kita perlu meningkatkan kapasitas instalasi militer yang ada untuk melindungi IKN,” pungkasnya.

 

Penulis: Agustinus Hari

Barta1.Com
Tags: IKNmoeldoko
ADVERTISEMENT
Redaksi Barta1

Redaksi Barta1

Next Post
Tenaga kesehatan non PNS di RSUD Mala saat menyampaikan pernyataan sikap untuk istirahat bekerja.

7 Bulan Belum Gajian, Ratusan Nakes Non PNS RSUD Mala Umumkan Istirahat Bekerja

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Dari Bibit Tomat hingga Rafting: Cara KMPA Tansa Rayakan Hari Bumi di Manado 19 April 2026
  • IKA Polimdo: Larangan Vape adalah Investasi Kesehatan Mahasiswa 19 April 2026
  • Kakanwil Kemenkumham Sulut Temui Gubernur Yulius Selvanus, Bahas Harmonisasi Ranpergub 19 April 2026
  • Mencari Grand Master Masa Depan dari Sulawesi Utara 19 April 2026
  • Pecatur Muda Memukau dan Ukir Prestasi di BNNP Sulut Cup 2026 18 April 2026

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In