Manado, Barta1.com — Anggota DPRD Provinsi Sulut, Hendrik Walukow, mempertanyakan titik jaringan internet yang sudah terpasang di Sulawesi Utara (Sulut) kepada Evans Steven Liow, selaku Kepala Dinas Kominfo Provinsi Sulut, di Ruangan Komisi I DPRD Sulut, Kamis (12/10/2023).
“Kira-kira di Sulut ada berapa persen yang belum terjangkau jaringan internetnya. Kita tahu bersama internet ini, menjadi salah satu kebutuhan pokok masyarakat, khususnya bagi anak-anak sekolah. Kemudian adakah progres pengusulan titik-titik internet ke Kominfo untuk tahun ini. Jika ada, berapa titik yang sudah terealisasi,” tanya ketua Fraksi Demokrat ini.
Lanjut Hendrik, terkait infrastruktur pembangunan digitalisasi informasi yang progresnya sudah dimulai sejak tahun 2021 dan 2022. Nah, apakah ini sudah selesai atau bagaimana targetnya.
Liow menjawab, berkaitan dengan ketersediaan internet baru 37 persen dan kebanyakan di Kepulauan.
“Untuk Internet baru 41 desa yang kita tangani dan daerah tersebut benar-benar tidak memiliki signal. Berkaitan dengan pembangunan digitalisasi, kembali lagi dengan Kabupaten/Kota. Kita akan disebut Smart Provinsi apabila infrastruktur dan suprastruktur digitalisasi dibangun secara bersama-sama,” jelasnya.
Evans menambahkan, lingkungan terkoneksi dengan Desa dan Kelurahan. Desa dan Kelurahan terkoneksi dengan kecamatan, kemudian kecamatan terkoneksi dengan Kabupaten/Kota, dan Kabupaten/Kota terkoneksi dengan Provinsi. “Kami sudah membangun alurnya itu, namun harus mendapatkan dukungan dari pemerintah Kabupaten/Kota,” singkatnya.
“Saat ini yang sedang membangun adalah Kota Bitung, makanya Bitung bisa disebut sebagai Kota digital. Mereka membangun Tower dan free Wifi kepada seluruh masyarakat. Sedangkan Minahasa Utara sementara membangun dan dilengkapi SIMRS (sistem teknologi informasi komunikasi), dan baru saja diresmikan berstandar Internasional,” jelasnya.
Untuk itu, kata Evans, pemerintah provinsi terus mendorong agar pelayanan publik terkoneksi antar Desa, kelurahan, Kecamatan dan seterusnya.
“Salah satu buktinya, kita bisa melihat daerah Posokan Bitung yang sudah Free Wifi,” sahutnya.
Sementara itu, Novenly Pudinaung, masyarakat Lembeh Posokan, Kota Bitung, mengatakan beberapa titik Wifi di kelurahan Posokan sudah tidak beroperasi dan tak pernah diperbaiki hingga hari ini. WiFi itu bagian dari program pemerintah Kota Bitung, yakni 1000 titik Wifi.
“Berikutnya ada jaringan 4G menggunakan kabel optik yang ditarik dari Lembeh Gunung Woka, tetapi sering gangguan ketika berangin. Bahkan ranting pohon yang jatuh di kabel tersebut akan terjadi gangguan yang berkepanjangan, pernah sampai 2 minggu lamanya,” jelas Pudinaung.
Begitu pun ketika musim hujan, internet akan hilang. Terkadang untuk mencari informasi berkaitan dengan Perkuliahan, harus naik ke kebun orang guna mendapatkan jaringan.
“Intinya, sampai hari ini berkaitan dengan layanan jaringan internet di daerah kami belum sepenuhnya,” kata dia lagi. (*)
Peliput:
Meikel Pontolondo


Discussion about this post