Talaud, Barta1.com – Wakil Bupati Kepulauan Talaud, Drs. Moktar Arunde Parapaga meminta agar Wali Kota Manado, Andrei Angouw mengucapkan permohonan maaf kepada warga Talaud, Minggu (17/09/2023).
Pasca viralnya vidio Wali Kota Manado yang dianggap melukai hati warga Talaud, Wakil Bupati Kepulauan Talaud meminta agar ada permohonan maaf kepada warga Talaud.
“Kita hanya minta Pak Wali Kota minta maaf. Kita ada 3 unsur di Talaud, pemerintah, adat dan gereja. Jadi kalau Pak Wali minta maaf, clear,” ungkapnya.
Kata Parapaga, dirinya sangat menyayangkan pernyataan Wali Kota Manado yang begitu mudahnya menyampaikan PDRB Talaud lebih rendah, sementara tidak memiliki hak untuk mengevaluasi daerah lain.
“Hak mengevaluasi bukan Wali Kota, Kecuali pak Gubernur. Kami tidak pernah mengevaluasi dan menyatakan bahwa Manado itu paling rendah. Banyak juga prestasi Manado yang di bawah tapi nggak pernah kami publikasi karena kami menghargai pemerintah Manado,” terangnya.
Mengenai PDRB, Parapaga menerangkan ada berbagai indikatornya. Apalagi untuk PDRB Kota Manado sebagai Ibu Kota Provinsi, ungkap Parapaga, tidak tepat jika disamakan dengan Kabupaten Kepulauan Talaud.
“Kalau membandingkan dengan Kota Ambon, dengan Kota Palu atau Apple to Apple, itu baru pas karena semua kan terpusat di Manado. Ada hotel, ada pabrik, ada mall, segala – galanya ada di Ibu Kota Provinsi,” tukasnya.
Dengan nada tegas pria yang akrab disapa MAP ini menuturkan, jangan mengilustrasikan bahwa sampai badut tidak mau hidup di Kabupaten Kepulauan Talaud karena miskin dan tidak memiliki uang.
“Jangan, kita orang Talaud ada harga diri. Kita bangsa adat, nenek moyang kita mengajarkan tentang sopan santun. Tidak boleh itu. Lepas dari Wakil Bupati, saya adalah putra daerah,” tegasnya.
“Tapi jangan dihina orang Talaud. Dengan 27 Juta kami hidup senang. Ada kebun dan tidak ada peminta – minta di Talaud. Jangan, itu yang menyakiti kami. Carilah ilustrasi lain yang paling santun,” ucap Parapaga.
Terkait adanya laporan masyarakat ke pihak Kepolisian, ia mengatakan, itu hak semua warga Talaud baik mahasiswa ataupun ormas.
“Kami juga tidak mau akan ada yang dipenjarakan. Hanya saja minta Pak Wali Kota Manado, Pak Andrei minta maaf dan ditarik pernyataan itu. Dan stop, ini jadi pelajaran terkahir,” tuturnya.
Di Kabupaten Kepulauan Talaud, ujar Parapaga, bukan hanya pemerintah daerah saja tetapi ada juga masyarakat, serta banyak sumbangsih yang diberikan oleh orang Talaud kepada Manado.
Lanjutnya, di tengah upaya mendatangkan investor, ketika digembar – gemborkan bahwa badut saja tidak mau hidup di Kabupaten Kepulauan Talaud karena miskin, hal itu menutup pintu bagi para investor.
“Ada orang yang mengatakan bahwa itu kan cuma evaluasi. Betul tapi pernyataan sebagai publik figur, itu sama yang menutup pintu kita. Saya sebagai pimpinan daerah mau cari investor di luar, tertutup karena Talaud miskin. Itu salah satu efek dari pernyataan pak Wali Kota,” jelasnya.
“Saya kira pak Wali Kota bisa memahami kondisi kemarahan masyarakat Talaud. Ingat, dulu pernah ada peristiwa 3A yaitu Alkitab, Alquran dan Alkohol. Jangan sampai terulang lagi peristiwa ini,” kunci Parapaga.
Peliput : Evan Taarae


Discussion about this post