SANGIHE, BARTA1.COM – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengusulkan Program Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia (RI).
Kepala BPBD Sangihe Wandu Labesi saat dikonfirmasi menuturkan, usulan program ini sudah sejak tahun 2022 direncanakan dan ada lima kegiatan yang menjadi program usulan pasca bencana ke Pemerintah Pusat.
“Recananya hari ini Rabu 21 Juni 2023 tim survei BNPB RI didampingi BPBD Provinsi, Balai Sungai dan Balai Jalan akan datang ke Sangihe untuk meninjau lokasi yang telah diusulkan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi. Hari pertama akan di survei adalah Talud di Tamako, Jembatan Di Tolendano Tabukan Utara dan Talud di Pantai Peta,”tutur Labesi, Selasa (20/6/2023).
Sedangkan untuk hari kedua Lanjut Labesi, Tim survei akan meninjau Talud di Batuwingkung, Tabukan Selatan dan Jalan Lingkar Teluk Malahasa (Boulevard Tahuna).
Labesi menjelaskan, anggaran untuk lima program yang diusulkan kurang lebih Rp 19 Miliar, dan untuk Talud di Kecamatan Tamako anggarannya mencapai Rp 11 Miliar.
“Semoga hasil survei nanti akan benar-benar layak untuk Rehabilitasi dan Rekonstruksi, sehinggah keluhan warga dapat terjawab,”ungkap Labesi.
Berikut ini Rincian Anggaran Program Rehabilitasi dan Rekonstruksi yang diusulkan :
Rehabilitasi Jalan Kabupaten Lokal (Jalan Prof MM Makagiansar / Lingkar Telur Malahasa) Rp. 1.241.261.000, Rehabilitasi Jembatan Pada Jalan Kabupaten Lokal (Jembatan Tolendano) Rp.1.760.878.000, Rekonstruksi Bangunan Pengaman Pasang Surut Lain-lain (Talud Pantai Batuwingkung) Rp.3.357.569.000, Rekonstruksi Bangunan Pengaman Pasang Surut Lain-lain (Talud Pantai Peta) Rp.961.967.000, Rekonstruksi Bangunan Pengaman Pasang Surut Lain-lain (Talud Kampung Nagha 1, Kecamatan Tamako ) Rp. 11.913.372.000, Total Anggaran Rp. 19.235.047.00.
Peliput: Rendy Saselah


Discussion about this post