Manado, Barta1.com – Keindahan alam cukup menarik simpati dari setiap manusia. Sehingga mendorong setiap orang ingin berkunjung dan menikmatinya. Itu juga yang dilakukan Friska Monika Makalew.
Perempuan kelahiran Manado, 25 September 1997 ini menyebut, pengunungan, laut maupun pantai memberikan ketenangan jiwa dan hati. “Alam memberikan kebebasan dan merdeka bagi saya pribadi. Rasa itu membawa saya untuk terus dekat dengan alam. Apalagi dengan keindahan, bumi ibu pertiwi yang teramat indah,” ungkapnya.
Dengan alam, kata Makalew, banyak hal yang menjadi pembelajaran. “Saya belajar mengenal diri sendiri, karena dengan beraktivitas di alam saya bisa mengetahui the best and the worst in me. Saya belajar untuk melatih fisik dan mental, melawan rasa takut, dan melawan rasa tidak nyaman ketika berada di medan yang berat,” ujarnya.
“Paling utama, saya belajar untuk mensyukuri setiap anugerah Tuhan yang sangat baik lewat keindahan alam, yang ia berikan,” cetusnya sembari menceritakan dirinya intens beraktivitas di alam sejak tahun 2020 hingga saat ini.
Lanjut Makalew, bahwa dirinya sudah menaiki beberapa pegunungan di Sulut seperti Gunung Klabat, Gunung Lokon, Gunung Soputan, Gunung Ambang, Gunung Tampusu, dan Gunung Empung. Ada pun beberapa pantai, yang dikunjungi seperti Kota Manado, Tondano, Bitung, dan Likupang. “Sedangkan lokasi yang sudah saya diving itu, seperti Bunaken, Lembeh dan Likupang,” singkat anak tunggal pasangan Join Makalew dan Vonny Rumimpunu.
“Ada pun yang saya lakukan ketika beraktivitas di alam. Saya bisa belajar tentang keanekaragaman, baik itu flora maupun fauna yang ditemui di alam bebas,” sambungnya.
Menurutnya, dia melakukan perjalanan ketika hari libur dari pekerjaannya. “Berkunjung ke beberapa destinasi yang baru. Pastinya, membutuhkan anggaran. Dan saya berpergian, dengan uang yang saya tabung, dari perusahaan swasta yang saya kerja,” katanya.
“Kemudian, terkait kesulitan yang dihadapi saat melakukan perjalanan di alam bebas. Tentunya, berkaitan dengan cuaca yang tidak bisa ditebak. Walaupun sudah lihat perkiraan cuaca, tetapi kadang kala meleset. Maka dari itu, kita harus mempersiapkan dan memperhitungkan hal-hal yang diperlukan ketika menghadapi keadaan darurat,” pungkasnya.
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post