• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Sabtu, Mei 2, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Daerah

Melirik Kasus Kusta di Sangihe

by Ady Putong
24 Januari 2019
in Daerah, News
0
Melirik Kasus Kusta di Sangihe

Ilustrasi. (foto: akurat.com)

0
SHARES
218
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Sangihe, Barta1.com — Penyakit Kusta dikabarkan mewabah di sebagian wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe. Beberapa sumber mengabarkan penyakit kulit tersebut banyak terdapat di kawasan pulau-pulau kecil.

Setelah ditelusuri, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kepulauan Sangihe, merangkum ada 39 penderita yang hingga hari ini menjalani pengobatan difasilitasi Dinkes.

“Hingga saat ini sebanyak 39 orang yang tertular penyakit Kusta, dan telah menjalani pengobatan,” kata Kepala Dinas Kesehatan, dr Jopy Thungari, Kamis, (24/1/2019).

Menurut Thungari, penularan kusta itu adalah melalui sentuhan kulit berlangsung lama. Apabila ada orang yang telah terjangkit dengan Kusta, maka pihak Dinkes telah menyiapkan obat secara gratis dan penanganannya secara serius.

“Jika itu sudah terbukti tertular oleh penyakit kusta, maka si penderita akan diberikan obat secara gratis. Seorang penderita kusta itu dalam pengobatanya lama, dan menjadi masalahnya jika penderita sudah cacat itu tidak akan membaik lukanya,” jelasnya.

Penanganan penyakit kulit tersebut memang mengalami berbagai kendala di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Namun demikian Thungari berharap masyarakat yang sudah tertular bisa mengakuinya dan bersabar menjalani pengobatan.

“Masalahnya yang terjadi di lapangan, masyarakat yang telah tertular ketika kami memeriksa, mereka lari dan tidak mau mengakuinya. Kemudian ketika dibilang mereka positif terjangkit mereka tidak mau menerimanya. Jadi kami berharap yang sudah tertular ini dapat menjalani pengobatan, sebab penyakit ini bisa sembuh,” ungkap Thungari.(*)

Peliput : Rendy Saselah

Barta1.Com
Tags: dinas kesehatankustasangihe
ADVERTISEMENT
Ady Putong

Ady Putong

Jurnalis, editor. Redaktur Pelaksana di Barta1.com

Next Post
Pemkab Sangihe Hibahkan Lahan Untuk KKP RI

Pemkab Sangihe Hibahkan Lahan Untuk KKP RI

Discussion about this post

Berita Terkini

  • HUT ke-17 IKA Polimdo: Menebar Kepedulian, Menghidupkan Kasih di Setiap Langkah 2 Mei 2026
  • Supriyadi Pangellu: Pak Gubernur, Evaluasi Dulu Kinerja Calon Sekprov! 2 Mei 2026
  • Pemkot Kotamobagu Sebut Perda APBD 2026 Sudah Lolos Evaluasi Gubernur 2 Mei 2026
  • Pemkab Sangihe Gelar Layanan Terpadu di Pulau Kalama 2 Mei 2026
  • BNPB ke Bupati Sitaro: Jangan Intervensi Belanja Material! 2 Mei 2026

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In