• #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial
Jumat, Agustus 28, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News

Cerita Nanang Wanti Bas Elektronik dan Pengumpul Dos

by Redaksi Barta1
6 Februari 2023
in News
0
Cerita Nanang Wanti Bas Elektronik dan Pengumpul Dos

Nanang Wanti dengan kesibukannya setiap hari sebagai bas elektronik. (foto: meikel/barta1)

0
SHARES
114
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

 

Manado, Barta1.com – Di sebuah gubuk kecil berukuran 3  X 1 cm. Berdindingkan tripleks hingga seng, seorang lelaki terlihat menikmati kesehariannya itu, dengan memperbaiki berbagai bahan elektronik sambil mendengarkan musik melow.

 

Nanang Wanti, lelaki kelahiran Gorontalo, 29 September 1991 itu, memulai aktivitasnya sebagai bas elektronik sejak tahun 2021. “Ini hanyalah pekerjaan sampingan saja,” singkatnya kepada Barta1.com, Sabtu (4/2/2023).

 

“Pekerjaan utama saya adalah pencari dos, kemudian dijual kepada pengusaha di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumompo. Sedangkan membuat alat-alat elektronik ini diambil di waktu libur,” ungkapnya.

 

Kemudian, Nanang menceritakan. Dirinya belajar  membuat elektronik ini hanya memakan waktu 5 bulan saja. “Saya belajar pada teman yang tinggal di daerah Bailang, Kota Manado. Karena dahulu, rumah saya ada di sana.  Kemudian saat ini berpindah di Sumompo Kapleng, saya sudah bisa mandiri membuat berbagai alat-alat elektronik tanpa diajari lagi,” jelasnya.

 

“Lumayan penghasilan menjadi bas elektronik ini. Beberapa jam saja, saya sudah mendapatkan 30 hingga 50 ribu. Tergantung kesulitan pada elektronik tersebut,” tuturnya.

 

Untuk pasar, Nanang masih berfokus pada orang-orang terdekatnya saja. “Kebanyakan birman yang membawa bahan elektronik, seperti TV, magicom, kipas dan spiker untuk diperbaiki,” sahutnya, sembari mengungkapkan bahwa dirinya ke depan akan berfokus pada pembuatan elektronik ini.

 

“Kesulitan pada pembuatan elektronik ini hanya pada resistor. Untuk bahan berupa magicom atau setrika, pembuatannya hanya beberapa jam saja, tapi TV mungkin sampai 3 hari,” ucapnya.

 

Dia menambahkan, penghasilan dari dos ditambah dengan hasil pembuatan elektronik bisa membantu kebutuhan sehari-harinya bersama istri dan  anaknya. “Sedangkan pendapatan pada dos, saya bisa mendapatkan Rp 100 ribu per harinya. Dengan per kilonya mereka ambil sebesar Rp. 1.200,” imbuhnya.

 

Suami dari Ciclia Tilondatu ini, mengungkapan, pekerjaan menjadi pengumpul dos ini sudah berjalan 3 tahun. Sedangkan, pekerjaan sebelumnya adalah sebagai penjual sayur, ikan dan rempah-rempah. “Saya dari Gorontalo pindah ke Kota Manado itu tahun 2013,” pungkasnya.

 

Terlihat, gubuk kecil yang ditempati Nanang Wanti dipenuhi berang-barang elektronik, berupa seterika, jam dinding, spiker dan lain-lain.

 

Peliput : Meikel Pontolondo

Barta1.Com
Tags: Nanang WantiTPA Sumompo
ADVERTISEMENT
Redaksi Barta1

Redaksi Barta1

Next Post
Jadwal Debut Marselino Ferdinan Mentas di Liga Belgia

Marselino Ferdinan Gagal Debut dengan Klubnya di Liga Belgia

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Tinjau Danau Kapeta dan SPAM Bersama Kapolres Sitaro, Plt Bupati: Gunakan Air Secara Bijak 28 Agustus 2026
  • Cabai Rawit Tembus Rp180 Ribu, Kemarau Panjang Tekan Harga Pangan Sangihe 28 Agustus 2026
  • Ada Tangis, Masa Kecil dan Pencarian Kebenaran dalam Lukisan Vanessa Maria Felicia 28 Agustus 2026
  • Tim Tabur Kejati Sulut Tangkap Herlina, Buronan Pengrusakan Asal Bitung yang Kabur 5 Tahun 27 Agustus 2026
  • Ketua PP PMKRI Temui Massa Pati Melawan di Senayan, Dukung Penuh Aksi 27 Agustus 27 Agustus 2026

AmsiNews

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In