Manado, Barta1.com – Di sebuah gubuk kecil berukuran 3 X 1 cm. Berdindingkan tripleks hingga seng, seorang lelaki terlihat menikmati kesehariannya itu, dengan memperbaiki berbagai bahan elektronik sambil mendengarkan musik melow.
Nanang Wanti, lelaki kelahiran Gorontalo, 29 September 1991 itu, memulai aktivitasnya sebagai bas elektronik sejak tahun 2021. “Ini hanyalah pekerjaan sampingan saja,” singkatnya kepada Barta1.com, Sabtu (4/2/2023).
“Pekerjaan utama saya adalah pencari dos, kemudian dijual kepada pengusaha di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumompo. Sedangkan membuat alat-alat elektronik ini diambil di waktu libur,” ungkapnya.
Kemudian, Nanang menceritakan. Dirinya belajar membuat elektronik ini hanya memakan waktu 5 bulan saja. “Saya belajar pada teman yang tinggal di daerah Bailang, Kota Manado. Karena dahulu, rumah saya ada di sana. Kemudian saat ini berpindah di Sumompo Kapleng, saya sudah bisa mandiri membuat berbagai alat-alat elektronik tanpa diajari lagi,” jelasnya.
“Lumayan penghasilan menjadi bas elektronik ini. Beberapa jam saja, saya sudah mendapatkan 30 hingga 50 ribu. Tergantung kesulitan pada elektronik tersebut,” tuturnya.
Untuk pasar, Nanang masih berfokus pada orang-orang terdekatnya saja. “Kebanyakan birman yang membawa bahan elektronik, seperti TV, magicom, kipas dan spiker untuk diperbaiki,” sahutnya, sembari mengungkapkan bahwa dirinya ke depan akan berfokus pada pembuatan elektronik ini.
“Kesulitan pada pembuatan elektronik ini hanya pada resistor. Untuk bahan berupa magicom atau setrika, pembuatannya hanya beberapa jam saja, tapi TV mungkin sampai 3 hari,” ucapnya.
Dia menambahkan, penghasilan dari dos ditambah dengan hasil pembuatan elektronik bisa membantu kebutuhan sehari-harinya bersama istri dan anaknya. “Sedangkan pendapatan pada dos, saya bisa mendapatkan Rp 100 ribu per harinya. Dengan per kilonya mereka ambil sebesar Rp. 1.200,” imbuhnya.
Suami dari Ciclia Tilondatu ini, mengungkapan, pekerjaan menjadi pengumpul dos ini sudah berjalan 3 tahun. Sedangkan, pekerjaan sebelumnya adalah sebagai penjual sayur, ikan dan rempah-rempah. “Saya dari Gorontalo pindah ke Kota Manado itu tahun 2013,” pungkasnya.
Terlihat, gubuk kecil yang ditempati Nanang Wanti dipenuhi berang-barang elektronik, berupa seterika, jam dinding, spiker dan lain-lain.
Peliput : Meikel Pontolondo


Discussion about this post