Sangihe, Barta1.com – sebuah catatan sejarah paling “paripurna” Kabupaten Kepulauan Sangihe dalam bentuk buku diseminarkan Selasa (2/8/2022) di Aula Rumah Jabatan Kabupaten Kepulauan Sangihe. Buku yang mengulas sejarah pemerintahan daerah ini, terdiri dari 5 bab yang keseluruhan memuat aspek kesejarahan komprehensif dengan dukungan data-data yaang cukup kuat.
Sejarahwan dan Antropolog Alex John Ulaen, DEA dan Akademisi Dr. Ivan R.B Kaunang, SS., M.Hum terundang sebagai pengarah dalam buku sejarah yang ditulis oleh Jupiter Makasangkil ini. Seminar berjalan cukup dialogis beberapa pertanyaan termasuk perbedaan persepsi bermunculan. Meski begitu penulis dan pengarah mampu memberikan penjelasan dengan suguhan data-data yang akurat.
Sejarahwan dan Antropolog Alex John Ulaen, DEA mengungkapkan bahwa penulisan buku sejarah Kabupaten Kepulauan Sangihe, “Tampulawo dari Onderafdeelling ke Kabupaten”, ibarat kunci kotak pandora yang menghadirkan beragam pertanyaan yang harus dijawab lewat karya-karya lanjutan.
“Betapa tidak. Hampir semua sub-bab bersifat “saripati” yang perlu dideskripsikan secara rinci. Begitu banyak hal terpendam dalam kelampauan perjalanan sejarah daerah terkuat dalam karya serius ini,” kata Ulaen, ketika memberikan pengantar dalam seminar tersebut.
Begitu juga menurut Dr. Ivan R. B. Kaunang, SS, M.Hum, bahwa buku “Tampulawo Dari Onderafdeelling ke Kabupaten” paripurna untuk melengkapi sejarah lokal di daerah Sulawesi Utara khususnya melengkapi kekurangan-kekurangan sejarah lokal yang sudah ada. Sebab menurutnya masih banyak hal yang mungkin belum diungkap dari perspektif yang berbeda.
“Bagi saya buku ini paripurna dan sangat langka. Buku ini banyak memberikan informasi, pengetahuan baru bagi masyarakat Kepulauan Sangihe umumnya, dan sekaranglah buku ini hadir mengambil peran untuk mengisi ruang kosong kesejarahn pembaca, pemerhati dan peneliti yang berminat Sangihe,” ungkap Ketua Jurusan Ilmu Sejarah di Fakultas Ilmu Budaya, Usrat ini.
Sementara itu Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe, melalui Penjabat Bupati dr. Rinny Tamuntuan menyambut baik untuk penerbitan buku sejarah tersebut. Dirinya meminta pemangku kepentingan terutama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Daerah melalui Program Pembinaan Sejarah guna meningkatkan akases masyarakat terjadap data dan informasi sejarah.
“Saya menyambut baik penerbitan buku ini. Kepada penulis dan semua pihak yang peduli kepada penyajian sejarah daerah sebagai pemajuan kebudayaan saya sampaikan penghargaan dan terima kasih,” kata Tamuntuan yang hadir membuka seminar buku sejarah tersebut.
Ada pun tim penyusun Buku Sejarah Kabupaten Kepulauan Sangihe berjudul “Tampulawo dari Onderafdeeling ke Kabupaten” ialah (1) Drs. Thomas Manulong (Ketua), (2) Drs. Jupiter Makasangkil, M.Th (Sekretaris), (3) Alffian W.P. Walukow, S.Pd, M.Pd, (4) Drs. Erasmus Malendes, (5) Hermanto Mohonis, S.Pd, dan (6) Alfrets A. Mododahi, SmH.
Peliput : Rendy Saselah


Discussion about this post