Manado, Barta1.com – Politeknik Negeri Manado belum lama menggelar seminar nasional yang bertema: ‘penguatan peran perguruan tinggi vokasi dan dudi melalui pengembangan produk teknologi inovatif berbasis pemberdayaan keilmuan riset terapan’ di Gedung Terpadu Politeknik Negeri Manado (Polimdo), Jumat (29/07/2022).
Seminar yang digelar secara terbuka ini, dihadiri oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga S Uno, Walikota Manado, Andrei Angouw, pengusaha, politisi, dan akademisi, Fadel Muhammad, serta tenaga pendidik dan mahasiswa Polimdo.
Pada seminar itu, Dra Mareyke Alelo MBA memberikan sambutannya, bahwa di tahun 2022 ini ada kebangkitan, dimana setiap institusi mulai melakukan pembelajaran secara tatap muka. “Tetapi dibalik semua ini, ada tantangan yang harus kita hadapi termasuk penganggaran di negara,” jelasnya.
“Secara khusus kami sampaikan kepada pak Fidel Muhamad. Usaha-usaha, upaya-upaya dan tantangan yang dihadapi perguruan tinggi dalam meningkatkan pengembangan kualitas institusi. Ada kendala yang kami hadapi khususnya di bidang vokasi,” imbuhnya.
Ia menambahkan, ketika ada perubahan pada penganggaran oleh negara. Contohnya, pada formasi awal. Biasanya seluruh pendapatan institusi di setor ke kas negara, dan bila terjadi surplus maka sisa anggaran itu di cairkan di tahun berikutnya.
“Tetapi, mulai tahun lalu sudah dihentikan. Dan itu, menyulitkan institusi ketika tahun 2020 seluruh kegiatan terhenti, maka surplus itu seluruhnya ke kas negara. Kami tidak diperkenankan lagi untuk menggunakan anggaran tersebut di tahun ini sehingga menyulitkan Vokasi, khususnya penerapan praktek 60% dan teori 40%,” terangnya.
Menurutnya, untuk membiayai kegiatan praktek ini sudah sangat sulit bagi institusi. “Perkenankanlah kami menyampaikan permohonan ini. Kirannya pak Fadel menyampaikan hal ini ke DPR RI. Di Indonesia timur banyak mahasiswanya, sehingga tidak bisa membayar UKT, bahkan mencicil UKT itu pada semester berikutnya. Yang akhirnya tidak bisa dibenarkan, dan harus di setor sepenuhnya ke kas negara, serta surplus-nya tidak bisa kami manfaatkan,” jelasnya. “Kiranya hal ini bisa diperhatikan untuk kebaikan kita bersama,” pungkas perempuan asal Nusa Utara ini.
Peliput : Meikel Pontolondo


Discussion about this post