Manado, Barta1.com – Memilih Politeknik Negeri Manado karena metode belajarnya vokasi, ungkap Elizabeth Octaviela kepada Barta1.com, belum lama ini. “Saya mendaftar di Politeknik Negeri Manado (Polimdo) karena banyak prakteknya, saya tidak suka dengan kebanyakan teori,” ujar mahasiswi kelahiran Kulon Progo Yoyagakrata, 23 Oktober 2002 ini.
Octaviela menambahkan dirinya senang dengan metode belajar Polimdo, apalagi menerapkan pembelajarannya Project Based Learning (PBL). “Semester 1 kami masih belajar daring, karena pandemi. Memasuki, semester 2 kami sudah diajarkan PBL dengan melaksanakan Iven pidato bahasa Inggris, dak kami menjadi panitianya,” jelasnya.
“Masuk semester 3, kami dilibatkan pada pengabdian masyarakat dengan mengajar di sekolah-sekolah tentang bahasa Inggris di Desa Kulu, berikutnya diajarkan membuat kerajinan untuk membangun usaha sendiri,” tuturnya.
Selanjutnya, dirinya mendapatkan pengetahuan tentang hukum bisnis dan ijin usaha. “Di semester 4 kami membuat pameran anti korupsi, dan melakukan interview bersama 4 perusahaan berupa Tasik Ria Resort, Sintesa Peninsula Hotel Manado, Kawanua Emerland City Marketing gallery, dan PT. Bank perkreditan rakyat Nusa Utara,” ucapnya.
“Bentuk pembelajaran seperti ini, bisa menjadikan kami siap untuk terjun dalam dunia pekerjaan, dan tidak akan kaku lagi dengan setiap pekerjaan yang akan diberikan,” terang anak semata wayang pasangan asal daerah istimewa, Yohanes dan Fransisca.
Ia menyebut dirinya tidak salah memilih perguruan tinggi Polimdo, untuk dijadikan tempat pembelajarannya. “Saya asli orang Yogyakarta, karena orang tua pindah tugas ke Manado, saya juga ikut. Setelah mau mendafatar kuliah saya memilih 2 perguruan tinggi yakni Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Polimdo, dan akhirnya saya lulus di Polimdo,” pungkasnya.
Peliput : Meikel Pontolondo


Discussion about this post