Manado, Barta1.com – Yohanes 6 : 14 – 29 menjadi perikop pembacaan pada peribadatan Pemuda Aras Jemaat Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Viadolorosa Kairagi II, di Keluarga Makapedua Daleda, Kolom 19. Tepatnya, Lorong Toko Cinderela Politeknik, Senin (28/03/2022).
Kesetiaan dan dendam menjadi pembuka khotbah Riolando Baralang selaku khadim yang terjadwal. “Belajarlah setia dari hal kecil, belajarlah setia dari saat berpacaran,” ungkapnya sembari tersenyum.
“Herodias di pembacaan ini tidak setia terhadap pasangannya, dan ketika ditegur Yohanes dianggap musuh dengan dendam yang ingin ia lampiaskan, yang dimana Herodias meminta kepala Yohanes dipenggal oleh Raja Herodes melalui putrinya. Melihat cerita ini, janganlah kita menyimpan dendam kepada sesama kita. Buat apa minta pengampunan kepada Tuhan, tetapi kita tidak memaafkan orang lain,” terangnya.
Baralang menambahkan, tidak muda menghilangkan rasa dendam dikarenakan setiap manusia menggunakan kekuatannya sendiri. “Biarkan roh Kudus pakai kehidupan kita, mari hilangkan yang namanya dendam. Kita punya Tuhan yang selalu setia, setiap masalah akan dibukakan Tuhan,” ucapnya.
“Dendam juga berpengaruh pada kesehatan yang dimana menganggu otak, hal paling serius sampai ke masalah Jantung dan itu ada hasil penilitiannya. Jika masih dendam buang jauh-jauh. Yang Tuhan mau setiap anak-anaknya yakni mengasihi dan mengampuni. Biarkan Tuhan Kontrol hidup kita bersama,” jelasnya.
Menurutnya, menghilangkan dendam butuh ketekunan yang baik, guna menghasilkan hal yang baik. Bahkan sebaliknya, ketekunan ke hal yang tidak baik pastinya mendatangkan kesalahan terus-menerus. “Kesetiaan sangat diperlukan apalagi hal-hal kecil seperti berdoa dan membaca Alkitab agar terhindar dari hal-hal yang tidak baik seperti dendam,” cetusnya.
“Jadi pemuda jangan sampai salah melangkah, atau salah mengambil keputusan maka akan berdampak, jika itu dirasakan benar silakan jalani. Dalam pembacaan ini Yohanes menunjukkan integritasnya bukan hanya dari mulut. Tetapi, dengan tindakan seperti menegur herodes seorang raja yang dianggapnya tidak baik mengambil istri saudaranya sendiri. Apa yang dilakukan oleh Yohanes itu adalah kebenaran dari Tuhan itu sendiri,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa datangnya masalah guna membantuk karakter untuk menjadi lebih dewasa. “Kita akan terbentuk pribadi kita ketika mengikut Tuhan. Untuk memulai hal tersebut banyak lika-liku yang akan kita lewati. Belajar juga dari Ayub semuanya sudah diambil tetapi ia tetap setiap memuja Tuhan,” imbuhnya.
“Kesetiaan Yohanes kepada Tuhan bukan dilihat ketika kematiannya, akan tetapi bagaimana ia menjalani kehidupan sesuai dengan ajaran Tuhan, dan kita bisa belajar itu. Jika dalam menjalani hubungan dengan pasangan kita. Bagaimana pun ia harus kita kasihi, jangan terapkan kasih hanya hal-hal tertentu saja. Tetapi, terapkan kesemuanya seperti ke orang tua, dan teman-teman guna menjadi berkat untuk sesama,” pungkasnya.
Pantauan Barta1.com kehadiran Pemuda GMIM Viadolorosa Kairagi II dari Kolom 1 hingga 34 sebanyak 45 orang.
Peliput : Meikel Pontolondo


Discussion about this post