Manado, Barta1.com-Bila kita diperhadapkan dengan pertanyaan: “Siapa tokoh Nusa Utara yang paling dikenal masyarakat saat ini?” maka Dr Hendrik Manossoh SE Msi, Ak, sudah pasti berada di deretan atas bersama sejumlah nama yang relatif populis di negeri perbatasan itu.
Kalangan politisi dan tokoh-tokoh masyarakat di sana saat di wawancarai Barta1.com memandang Opo Hendrik Manossoh tak sekadar aset daerah yang berharga dan punya kapabilitas memimpin Sangihe, tapi juga dikenal sebagai sosok panutan yang berkarakter benar-benar Sangihe.
“Sejak masa muda hingga kiprahnya di Kampus dan di panggung pemerintahan provinsi Sulawesi Utara, setahu saya, Hendrik Manossoh selalu mengharumkan nama Sangihe,” kata Benhur Takasihaeng, mantan Ketua DPRD Sangihe.
Baca Juga: Hendrik Manossoh dan Konstelasi Politik Sangihe 2024
Pendapat lain mengemukakan, dalam usianya yang matang, sebagai intelektual pemikir dan tokoh Pemuda Nusa Utara, Hendrik Manossoh, tak saja populer di kalangan milenial, lebih jauh, ia sudah berada di hati sanubari masyarakat kepulauan itu sejak lama.
Namun terkait langkahnya menuju ajang Pilkada Sangihe 2024, saat ditemui, Hendrik Manossoh mengatakan, tingkat popularitas tak serta-merta dapat dikonversi menjadi eletabilitas.
“Politik populis tidak laku di Sangihe. Sudah terbukti dalam beberapa periode Pilkada di sana bahkan pasangan incumbent gagal dalam pertarungan. Rakyat Sangihe itu cerdas dalam memilih, mereka tahu siapa yang layak, pantas dan patut dipilih,” kata Hendrik Manossoh.
Di Sangihe, kata dia, politik itu bukan tentang baliho iklan, papan pengumuman, spanduk, dan semacamnya bertebaran memenuhi ruang publik, berlomba menebar pesona disertai untaian kata memikat berharap dikenal secara luas di masyarakat.
“Kalau sekadar populis, koruptor juga populis. Tapi masyarakat Sangihe sebagaimana fenomena yang ada, mereka memilih berdasarkan track record calon,” tandasnya.
Pengalaman dalam beberapa Pilkada di sana, tambahnya, masalah rekam jejak calon menjadi faktor penentu tingkat keterpilihan.
Itu sebabnya bagi saya, kata dia, politik adalah mengurus urusan rakyat. Politisi haruslah menjadi pihak yang memiliki cara berpikir untuk mengurusi pemerintahan dan urusan rakyat, punya sikap jiwa yang baik. Punya keahlian dan kemampuan untuk menjalankan perkara kenegaraan dalam menyelesaikan problematika kerakyatan.
“Politik menjadi berbahaya dan merugikan rakyat, apabila politisi tampil sekadar berorientasi kekuasaan dan materi semata,” kata Hendrik Manossoh.
Politik, lanjutnya, adalah perjuangan ideologis! Karena keberadaan suatu daerah atau negara ditentukan oleh aktivitas para politisinya. Bila yang lebih nampak adalah politisi semu sekadar mengejar kekuasaan dan kemudahan mendapatkan akses bagi kepentingan hidupnya sendiri, maka kepentingan rakyat akan terpinggirkan.
Dikatakannya, seorang politisi harus punya konsep yang akan diperjuangkan dalam memberikan arah dan tujuan untuk kelangsungan hidup masyarakat. Tanpa ideologi, kita tak lebih politisi semu yang sekedar mengejar kekuasaan untuk mendapatkan akses bagi kepentingan sendiri, sementara kepentingan rakyat akan terpinggirkan.
Ia menyatakan, sikapnya untuk Kabupaten Kepulauan Sangihe ke depan, politik harus jadi instrumen pendorong, penyokong bahkan penggerak bagi terwujudnya kesejahteraan rakyat.
Selain itu, kata Manossoh, seorang politisi yang akan bertarung di Sangihe harus punya pemahaman yang kuat dan jernih terkait persoalan-persoalan pelik yang dihadapi daerah perbatasan yang hingga kini berkonotasi sebagai daerah tertinggal. Dan harus mampu merumuskan jalan keluarnya.
“Itu sejatinya yang diharapkan tingkat kerja-kerja politik di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Karena itulah di negara-negara demokrasi, kultur politik bangsanya dibangun di atas pemahaman pemerintahan yang tunduk pada semangat dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat,” jelasnya.
Menyentil kian derasnya dukungan masyarakat Sangihe untuk langkahnya ke Pilkada 2024, ia menyatakan terima kasih atas kepercayaan itu. “Pada prinsipnya, saya siap bila rakyat Sangihe mempercayakan saya ke panggung politik 2024 nanti,” ungkapnya. (*)
Penulis: Iverdixon Tinungki


Discussion about this post