• #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial
Selasa, Juni 23, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News

Aroma Pala Sulut Mau Terus Mewangi: Petani Harus Bersatu

by Redaksi Barta1
3 September 2021
in News
0
Aroma Pala Sulut Mau Terus Mewangi: Petani Harus Bersatu

Kegiatan FGD yang digelar Balai Pelestarian Nilai Budaya Manado dengan pemantik diskusi Pitres Sombowadile. (foto: randy/barta1)

0
SHARES
57
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Manado, Barta1.com – Masalah yang dialami petani pala Sulawesi Utara tak kunjung selesai. Padahal mereka adalah garda terdepan menjaga ‘aroma’ pala terus mewangi dan tetap menjadi yang terbaik di pasar ekonomi dunia.

Pala asal Siau, Kabupaten Sitaro misalnya. Bisa saja masih menjadi nomor satu dunia, namun bagaimana jika lima hingga sepuluh tahun ke depan? “Sudah banyak pohon pala yang tua di Siau dan perlu peremajaan. Tidak ada fasilitas penangkaran bibit dan tidak ada pelatihan dari instansi teknis terkait pengelompokkan mana pala kualitas A dan lain-lain. Kita petani intinya hanya menjual saja Rp 50 ribu per kilo. Tapi yang untung banyak adalah para pengumpul yang tidak punya kebun,” ujar Vicks, asal Siau, dalam diskusi Fokus Group Discussion (FGD) bertema: Pala di Sulawesi Utara: Sejarah, Sebaran dan Dinamika Sosial Budaya, Jumat (3/9/2021).

Senada disampaikan Boy Kalitouw. Petani pala asal Talawaan Bantik, Minahasa Utara yang mengaku memiliki 8 ribu pohon pala. “Namun yang kami nikmati dari penjualan masih cukup kecil. Tidak ada edukasi bagi kami untuk menjadikan pala sebagai primadona. Melihat mana pala laki, mana pala perempuan saja kami tidak tahu,” imbuhnya.

Kondisi itu, sebaiknya para petani pala Sulut wajib bersatu. “Perlu dibentuk komunitas-komunitas untuk bersama saling belajar dan menguatkan. Edukasi bagi petani pala sangat penting. Kita tidak boleh berharap dari pemerintah. Urusan pemerintah banyak, sehingga petani harus mengurus diri sendiri,” ujar Pitres Sombowadile, pemantik diskusi.

Sebelumnya, dia juga memaparkan bagaimana sejarah pala yang ada di Banda, Ternate dan Tidore lalu muncul di Siau yang punya kesamaan. Problem yang dialami petani pala sudah ada sejak dulu dari zaman VOC. “Sehingga penting bagi kita terutama petani untuk bersatu menjaga kualitas pala dan memberi keuntungan ekonomi,” ujarnya.

Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Manado, Apolos, menyampaikan diskusi ini dalam rangka penelitian mereka berjudul: Wangi Pala Bumi Utara Sulawesi: Jalur Rempah dan Koneksi Global. “Sebab wangi pala dan jalur rempah ini merupakan warisan dunia sehingga ke depan diharapkan berdampak bagi masyarakat secara umum dan khususnya petani pala,” kata lelaki asal Papua ini.

Peliput : Randy Dilo

Barta1.Com
Tags: ApolosBalai Pelestarian Nilai Budaya ManadoBPNB ManadoPitres Sombowadile
ADVERTISEMENT
Redaksi Barta1

Redaksi Barta1

Next Post
Remaja di Sangihe Diperkosa Hingga Hamil Oleh Selingkuhan Ibunya

Remaja di Sangihe Diperkosa Hingga Hamil Oleh Selingkuhan Ibunya

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Gratis 40 hari! Nasdem Bitung Gelar Nobar World Cup 2026 di Pusat Kota 23 Juni 2026
  • Plt Bupati Sitaro Lakukan Audiensi dengan Kemendagri Bahas Produk Hukum Daerah 22 Juni 2026
  • Louis Schramm Soroti SPMB 2026, Ingatkan Kesempatan Putra Daerah Jangan Tergerus 22 Juni 2026
  • Mengabdi ke Masyarakat, 5 Akademisi Perempuan Unima Turun Gunung Menuju Tapal Batas Indonesia 22 Juni 2026
  • Kolaborasi Teknik Sipil dan Elektro Polimdo Hadirkan PJU Tenaga Surya untuk Warga Kairagi Satu 20 Juni 2026

AmsiNews

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In