Angka positif Covid-19 yang naik signifikan beberapa pekan terakhir memaksa gereja-gereja di Kota Manado, Sulawesi Utara, kembali menerapkan proses peribadatan dari rumah. Jemaat menjalankan kewajiban mereka secara virtual.
Jemaat GMIM Petra Karangria Wilayah Manado Utara II menggelar ibadah reguler rumah tangga pada Kamis (29/07/2021). Biasanya ibadah ini dilakukan dari rumah ke rumah sesuai jadwal, setiap pekan berjalan.
Namun seiring dengan peningkatan jumlah angka positif, jadwal rumah ke rumah dihentikan. Setiap jemaat mengikuti peribadatan dari rumah masing-masing dipandu pemimpin ibadah lewat pengeras suara di gereja, juga live streaming di akun media sosial.
Demikian juga dengan ibadah umum di gereja setiap hari Minggu, sejak 2 pekan terakhir telah dihentikan. Jemaat kembali beribadah dari rumah masing-masing, seperti halnya yang dilakukan pada 2020 di masa-masa awal pandemi Covid-19 terjadi. Kondisi begitu tak hanya berlaku di Manado saja, tapi juga kota dan kabupaten lainnya di Sulawesi Utara.
Himpitan pandemi yang berujung ibadah kembali ke rumah tak mengurangi esensi peribadatan itu sendiri. Jemaat tetap khusyuk mengikutinya. Perenungan ibadah juga tak jauh dari tema-tema pandemi, dengan kekuatan dan penghiburan.
Gereja-gereja sepakat memberikan himbauan pada jemaat dalam perenungan setiap pekan, untuk tetap patuh pada penerapan prosedur kesehatan (Prokes).
“Pandemi telah kembali menyatukan persekutuan dalam rumah, dan ini menjadi kekuatan bagi kami menghadapi hari-hari yang penuh kesulitan,” tutur Ventje, jemaat Gereja di Manado.
Dalam data yang dilansir corona.sulutprov.go.id, website resmi milik Pemprov Sulawesi Utara, terpantau hingga 29 Juli 2021 ada 4.787 kasus positif Covid-19 yang tengah menjalani perawatan intensif di berbagai fasilitas kesehatan. Tertinggi berada di Kota Manado, 2.026 kasus. Selanjutnya Kota Bitung, 309 kasus. Ini membuat kedua kota besar tersebut dikenakan situasi zona merah atau daerah dengan resiko tinggi.
“Tetap berdoa dan jangan lalai dengan penerapan Prokes, ingat selalu untuk mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker,” imbau para pendeta lewat pengeras suara setiap kali ibadah dilaksanakan. (*)
Peliput: Ferdinand L. Putong


Discussion about this post