• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Jumat, April 24, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Edukasi

Nilai Kemajemukan di Festival Seni Budaya Nusantara Politeknik Negeri Manado

by Agustinus Hari
23 Oktober 2018
in Edukasi, News
0
Nilai Kemajemukan di Festival Seni Budaya Nusantara Politeknik Negeri Manado

Festival Seni Budaya Nusantara yang berlangsung di Auditorium Polteknik Negeri Manado, Selasa (23/10/2018). (FOTO: MEIKEL/BARTA1)

267
SHARES
204
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

MANADO, BARTA1.COM – Tepat pukul 9.30 WITA, Auditorium Politeknik Negeri Manado (Polimdo) dipenuhi sekitar 1200 orang. Direktur Polimdo, Ir Ever Slat, ST beserta jajaranya disambut dengan tarian kabasaran dari Jurusan Pariwisata ketika hendak masuk dalam ruangan festival seni dan budaya nusantara.

1.200 peserta yang dihadiri dari mahasiswa, pegawai, dosen-dosen dari 6 jurusan yang ada, kemudian Ikatan Alumni (IKA) Polimdo, pimpinan-pimpinan Polimdo dan mewakili Pemkot Manado yakni Kadis Pendidikan dan Kebudayaan, Dr Deisy Lumowa MSi dan Sekretaris Dinas Pariwisata Manado, Ferry Woy ST.

Festifal Seni dan Budaya Nusantara Polimdo juga dihadiri 2 turis Jerman. Mereka sanggat antusias mengkuti kegiatan itu yang memiliki tujuan untuk menangkal radikalisme dan menjunjung tinggi kebinekaan.

Acara dibuka dengan salam dari berbagai budaya seperti: Minahasa, Bolaang Mongondow, Toraja, Bali, Sangihe, Gorontalo, Batak, Makassar, dan Papua, disertai persediaan makanan khas daerah oleh setiap jurusan Polimdo.

“Hari ini saya sangat senang dengan adanya Festival Seni dan Budaya. Ini adalah bagian proses pembelajaran dan mata kuliah umum yang wajib diajarkan kepada mahasiswa seperti Pancasila, Bahasa Indonesia, agama dan kewarganegaraan. Mengajarkan nilai-nilai tersebut di ruang kelas kadangkala tidak membuat mahasiswa mampu untuk menyerap nilai-nilai tersebut,” ujar Direktur Polimdo Ever Slat.

Ia juga menyampaikan bahwa hari ini proses pembelajaran untuk menolong mahasiswa dan kita semua dengan menghayati nilai-nilai luar biasa dari 4 mata pelajaran yang diperagakan melalui pentas seni dan budaya.

“Menghargai bahwa kita berbeda tapi satu dalam sebuah bangsa, kita berbeda tapi kita satu keluarga Polimdo. Kita berbeda tapi kita satu di kota ini. Kiranya perbedaan–perbedaan ini bisa menolong kita semua untuk semakin maju,” ujarnya.

Ia menambahkan, peristiwa hari ini menjadi momentum penting bagi perkembangan pendidikan Polimdo. “Dimana Tuhan berkenan pertama kali kegiatan Festival Seni dan Budaya Nusantara dilaksanakan Polimdo. Ini merupakan inovasi pembelajaran, guna menyampaikan nilai-nilai luhur kepada mahasiswa berlandaskan pada UU 1945 dan Pancasila, sehingga mempererat persatuan dan kesatuan yang di Polimdo,” papar Ever.

Deisy Lumowa mengungkapkan ini merupakan suatu kebangaan bagi dirinya yang diundang dalam kegiatan Festival Seni dan Budaya Nusantara. “Saatnya kita memperkokoh nilai kebudayaan yang kita miliki sebagai bangsa yang majemuk yang kaya akan keragaman. Saya berharap kegiatan seperti ini akan terus menerus dilaksanakan sebagai sebuah penambah ingatan bagi masyarakat tentang bagaimana menghargai dan melestarikan kekayaan seni budaya yang kita miliki,” bebernya.

Festival Seni dan Budaya Nusantara merupakan contoh kegiatan yang sangat baik dan luar biasa, yang menandakan sebuah bangsa, sebuah daerah harus kembali kepada identitasnya menjaga, bersatu untuk mencapai suatu tujuan yang sama. “Mari perkokoh intoleransi, jaga NKRI kita,” pesan Lumowa mewakili Walikota Manado.

Peliput : Meikel Pontolondo

Barta1.Com
Tags: ever slatfestival seni budaya nusantarapoliteknik negeri manado
ADVERTISEMENT
Agustinus Hari

Agustinus Hari

Pemimpin Redaksi di Barta1.com

Next Post
Sopir Angkot Tahuna Demo di Kantor DPRD Sangihe

Sopir Angkot Tahuna Demo di Kantor DPRD Sangihe

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Akreditasi Unggul Diraih, Mahasiswa Informatika Polimdo Percaya Diri Dalam Persaingan 24 April 2026
  • Petinggi BSG ‘Dikuliti’ Kejati Sulut Soal Dugaan Korupsi CSR, Kapan Dirut? 24 April 2026
  • Gubernur Yulius Angkat Isu Lingkungan di Paripurna, 5.000 Warga Koha Krisis Air Bersih 24 April 2026
  • PLN UP3 Gorontalo Gelar Apel Serentak, Akselerasi Layanan dan Jamin Keandalan Pasokan Listrik 24 April 2026
  • PLN UID Suluttenggo Perkuat Mitigasi dan Keandalan Listrik di Desa Siaga Bencana Kinilow 24 April 2026

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In