Manado, Barta1.com – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) menggelar rapat koordinasi Organisasi Kaderisasi Keanggotaan (OKK) Badan Pengurus Pusat (BPP). Dan open rekrutmen bagi pengusaha muda yang akan bergabung di HIPMI Sulut, di Coffe Casa Bakudapa Manado, Sabtu (23/8/2020).
Pertemuan Badan Pengurus Daerah (BPD) HIPMI Sulut menjadi tuan rumah rapat OKK BPP, membahas kelanjutan program kerja dan open rekrutmen HIPMI Sulut yang dihadiri langsung Ketua OKK BPP HIPMI, Boy Sangadji, Ketua Umum BPP HIPMI Marsini H Maming dan Sekretaris Jenderal BPP HIPMI, Bagas Adhadirgha.
“Ini launching pertama perekrutan kader-kader HIPMI di Sulut. Kader-kader HIPMI yang dimaksudkan di sini mereka berkualitas, usahanya jelas, mereka yang memiliki PT, sekretariat dan mampu menghidupkan akan karyawannya,” kata Sangadji.
HIPMI sebagai organisasi kader ketika selesai perekrutan segera melakukan pendidikan dan pelatihan cabang (diklatcab). Diklatcab dalam rangka pembinaan kader-kader yang akan bergabung dengan HIPMI. Materi yang akan diberikan seperti perbankan, pemateri-pemateri nantinya dari pelaku-pelaku usaha, atau senior-senior yang usahanya sudah besar yang memiliki cerita merintis usaha tersebut dari nol.
“Saya berharap teman-teman Ketua BPC agar secara maksimal dapat melakukan penjaringan secara ketat. Selesai diklatcab kemudian dilaksanakan musyawarah daerah (musda). Kita berharap pelaksanaan musda itu nantinya berjalan pada November. Dan itu tergantung sejauh mana teman-teman dan ketua BPC segera melakukan percepatan terhadap penerimaan anggota agar struktur organisasi berjalan sesuai dengan anggaran dasar (AD) HIPMI,” tuturnya.
Ini adalah bagian dari HIPMI dan Sulut menjemput peluang ekonomi, dan Bitung salah satunya menjadi kawasan industri yang akan bergeliat, maka anggota HIPMI bisa terlibat didalamnya. Apalagi ada hubungan Cina dan Indonesia termasuk Sulut.
“Dan penting mencari orang-orang yang membidangi berbagai bidang bisnis, baik bidang peternakan, pertanian maupun komuditas-komuditas seperti pala, cingkeh, kopra dan arang. Artinya kita saling menghidupi satu dengan yang lainnya. Contohnya, jika ada usaha seperti hasil pertanian yang akan diekspor. Maka ekspor melalui anggota HIPMI yang memiliki perlengkapan untuk penyeberangan sehingga kita saling menghidupi satu dengan yang lainnya. Kita kolaborasi untuk saling menguntungkan,” ujarnya.
Situasi sudah berubah, apalagi di tengah pandemi seperti ini, mau tidak mau semua harus jalan karena kita tidak bisa menjadi penonton di negeri sendiri. “Saya harapkan, maksimal Kota Bitung bisa melahirkan kader sebanyak dua ratus dan Kota Manado sebanyak tiga ratus untuk bergabung di HIPMI. Pebisnis ada banyak, tinggal kita akan menyaring untuk mendapatkan yang berkualitas,” tambahnya.
Ia pun berharap, lima belas kabupaten/kota di Sulut bisa terpenuhi dengan keanggotaan HIPMI. “Kelanjutan apa yang akan HIPMI lakukan kedepannya serta program, tinggal akan dirapatkan,” pungkas Boy.
BPD HIPMI Sulut dihadiri Ketua BPD Sulut, Elia Nelson Kumaat dan beberapa Badan Pengurus Cabang (BPC).
Peliput : Meikel Pontolondo


Discussion about this post