• #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial
Minggu, Mei 24, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Edukasi

Sarjana Saya dari Hasil Ba Kobong…

by Ady Putong
8 Agustus 2020
in Edukasi, Kultur
0
Irene Manaroinsong, aktifitas berkebun sejak pagi hari di Kelelondey.

Irene Manaroinsong, aktifitas berkebun sejak pagi hari di Kelelondey.

0
SHARES
496
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Setiap pagi selalu dingin di Kelolondey. Begitulah memang hawa semua desa di Langowan Raya, Kabupaten Minahasa. Bagi Irene Manaroinsong (22), dinginnya pagi justru menjadi penyemangat dirinya untuk mengolah lahan perkebunan berisi bermacam sayuran. Sebagai anak petani, sarjana daru Universitas Negeri Manado itu sadar betul, ba kobong adalah jatidirinya.

Gadis Kelolendey itu sungguh cekatan memetik buncis yang tumbuh menggantung. Atau memisahkan mana tomat dan ketimun terbaik untuk dijual di pasar tradisional.

“Sayuran Kelelondey dijual di Manado, juga dikirim ke Maluku hingga Papua,” katanya, bangga, pada Barta1 Jumat (07/08/2020).

Aktifitas ba kobong membantu mama-papanya, pasangan Deni Manaroinsong (51) dan Iske Bolung (53) sudah dimulai sejak pagi benar, nanti berakhir sore. Di atas lahan sekitar 1 hektar itu Irene menanam, menyiangi kemudian memanen sayuran sebagai bekal hidup keluarganya. Kadang dia menemui kendala, berhadapan dengan hama, kekurangan pupuk dan modal. Tapi semua bisa dilalui.

“Sarjana saya ini dari hasil berkebun,” katanya sembari tersenyum. “Karena itu kita anak-anak muda jangan malo apalagi gengsi ba kobong,” tambah Irene.

Kantong-kantong perkebunan di Sulawesi Utara tersebar di tanah Minahasa, di mana Kelelondey Langowan adalah salah satunya. Sentra holtikultura terbesar berada di Kecamatan Modoinding Minahasa Selatan yang dikenal sebagai dapurnya Indonesia Timur. Selain itu petani sayuran juga tersebar di kaki Gunung Lokon, Kota Tomohon. Seluruh lokasi ini adalah kawasan beriklim sejuk cenderung dingin. Hasil perkebunan sayur-mayur dipasarkan ke Maluku, Papua, Kalimantan, Jawa, bahkan menembus negara-negara tetangga termasuk Filipina.

Baca juga: Sayur Modoinding, dari Industri Holtikultura ke Agrowisata

Dan semua petani sayur menggantungkan hidup dan derap langkahnya dari hasil perkebunan. Konsumsi masyarakat membuat petani bisa bernapas lega, termasuk kuat bertahan di masa pandemi. Irene sendiri mensyukuri hal itu, dan memahami bahwa kultur berkebun khas keluarganya memang harus terjaga. Dia membawa filosofi ba kobong ke ranah milenial, dalam konteks kesadaran karena mengaku biaya kuliahnya datang dari hasil perkebunan.

“Jadi jangan gengsi berkebun, karena ini sumber pendapatan yang bisa menopang kehidupan kita dan keluarga,” katanya. “Peran petani harus dihormati, petani harus tetap ada dan sangat membantu ketahanan pangan. Walau masih muda jangan malu pergi ke kebun, laki-laki maupun perempuan bisa bertani,” ujarnya lagi. (*)

Peliput: Meikel Pontolodondo

Barta1.Com
Tags: KelelondeyLangowanminahasa
ADVERTISEMENT
Ady Putong

Ady Putong

Jurnalis, editor. Redaktur Pelaksana di Barta1.com

Next Post
ilutsrasi orang beraktivitas dengan masker cottonbro pexels

Video: Ketika Bumi Bermasker

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Adhyaksa FC Home Base di Manado Makin Kencang, Persma Legend Dukung 23 Mei 2026
  • Semangat Konservasi di Pantai Saidan, Artsas Family Edukasi dan Tanam Bibit Mangrove 23 Mei 2026
  • Artsas Family Tanamkan Cinta Lingkungan Lewat Edukasi dan Aksi Penanaman Mangrove di Pantai Saidan 23 Mei 2026
  • Dokumenter Papua Pesta Babi Jadi Ruang Refleksi bagi AJI Manado, Persma dan Oi 23 Mei 2026
  • Dukung Asta Cita Pemerintah, PT Pegadaian Kukuhkan Posisi sebagai Wajah Utama Bank Emas Indonesia 23 Mei 2026

AmsiNews

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In