Manado, Barta1.com – Kebijakan pemerintah melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara online atau daring (dalam jaringan) sebagai antisipasi memutus penyebaran Covid-19.
Namun kenyataan, KBM secara daring ditemui banyak kendala. Antara lain tidak semua peserta didik memiliki gadget jenis android. Kemudian mahalnya biaya kuota data untuk internet.
Kepala SMP Negeri 1 Manado, Roby Lumi, menyiapkan kiat khusus agar KBM tetap berjalan lancar dengan melakukan kegiatan pembelajaran dengan 2 cara. “Yaitu secara daring (dalam jaringan) dan luring (luar jaringan),” kata Lumi, belum lama ini.
Menurutnya, cara belajar daring telah dilaksanakan SMPN 1 Manado sejak pandemi Covid-19 mewabah. Tetapi juga hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat khususnya orang tua murid.
“Meski sekolah ini berada di pusat kota, tetapi bukan tidak mungkin banyak peserta didik yang belum memiliki yang namanya alat elektronik seperti hand phone,” ujar pria yang juga Ketua PASI Manado ini.
Mengantisipasinya, pihak sekolah telah mempersiapkan program belajar secara luring, dimana para guru terjun langsung berkunjung ke rumah peserta didik. “Ada luring. Guru akan berkunjung ke rumah peserta didik dengan membawa materi pembelajaran seperti modul. Modul ini materinya sama seperti yang didapat oleh mereka yang melakukan pembelajaran secara daring,” katanya.
Diungkapkan Lumi, dalam menunjang KBM di masa pendemi Covid-19, SMPN 1 Manado telah menerima bantuan berupa laptop dan printer dari Bank Indonesia (BI). “Bantuan ini dalam rangka hari ulang tahun (HUT) BI ke-67 yang telah diserahkan Senin (27/7/2020) lalu,” ujarnya.
Peliput : Albert P Nalang


Discussion about this post