Manado, Barta1.com – Pandemi Covid-19 membuat warga kesulitan mendapatkan uang karena banyak yang di rumahkan dan pemutusan hubungan kerja (PHK).
Itu pula yang membuat 1.818 pelanggan PT Air Manado tidak mampu membayar tunggakan rekening air dan meminta keringanan.
Tak ayal mereka mengadu ke PT Air Manado, diantaranya Djoni Dila (Perkamil), Franky Koagouw (Pakowa), Marnani Abidjulu (Kombos Timur), Seni Ratibas (Karang Ria) dan Robby Polii (Malalayang). “Kami minta keringanan dan perhatian pemerintah,” ujar Djoni Dila.
Margaretha Wenas dan beberapa warga Kecamatan Mapanget juga meminta keringanan kepada Direksi PT Air Manado terkait pembayaran rekening air yang sudah dua bulan menunggak.
“Kami bermohon minta keringanan. Karena sejak Covid-19 suami saya sudah kehilangan pekerjaan. Padahal begitu banyak kebutuhan keluarga yang harus ditanggung. Seperti bayar uang sekolah anak-anak, bayar tagihan listrik, dan membayar rekening air. Bahkan kendaraan bermotor sudah tidak bayar, akhirnya ditarik dealer motor,” katanya.
Permohonan disetujui Direksi PT Air Manado. “Kami mendapat keringanan dari PT Air yang segera mengajukan permintaan itu ke Pemkot Manado. Dan semoga Pak Walikota Vicky Lumentut bisa membantu,” ungkap Margaretha.
Dikatehui, Direksi PT Air Manado telah mengajukan surat permohonan ke DPRD dan Pemkot Manado sejak bulan April 2020 untuk menyetujui permintaan bantuan pembayaran rekening air dari masyarakat yang terdampak Covid-19. Tapi hingga sekarang belum ada respon dari DPRD dan Pemkot Manado.
Anggota DPRD Manado, Jeane Laluyan menyampaikan beberapa waktu lalu ketika pembahasan dengan tim badan anggaran DPRD Manado, Direktur Utama PT Air Manado Jems Karinda, mengatakan, PT Air adalah perusahaan pelayanan untuk masyarakat.
“Yang bisa kami lakukan adalah menyurat kepada pelanggan. Pada intinya, kalau tak mampu membayar kami panggil ke kantor. Kemudian kami lakukan kajian dan memberikan keringanan. Karena air adalah bahan pokok kebutuhan sehari-hari untuk masyarakat,” kata Laluyan.
Peliput : Albert P Nalang


Discussion about this post