• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Minggu, April 19, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Daerah

Miliaran Anggaran Pembangunan Puskesmas Kakorotan Talaud Diduga Ditilep

by Agustinus Hari
22 Juli 2020
in Daerah, News
0
Miliaran Anggaran Pembangunan Puskesmas Kakorotan Talaud Diduga Ditilep

Kondisi Puskesmas Kakorotan. (foto: evan/barta1)

474
SHARES
868
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Talaud, Barta1.com – Pembangunan Gedung Rawat Inap Puskesmas Kakorotan, Kecamatan Nanusa, berbandrol miliar rupiah diduga menjadi lahan meraup keuntungan bagi segelintir orang. Gedung yang pekerjaannya bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Dinas Kesehatan tahun 2019 ini sudah dilakukan proses provisional hand over (PHO) atau diserahterimakan.

Namun, kondisi di lapangan belum mencapai 100% pekerjaan selesai. Pasalnya, masih terdapat beberapa item pekerjaan yang belum dikerjakan.

Penelusuran di lapangan, diantaranya pengecatan dinding, pasangan profil gypsum, pengecatan plafon, mata kran, westafel dan beberapa item pekerjaan lainnya. Bahkan, kondisi dalam gedung puskesmas tersebut sudah becek dan berlumut karena saat hujan, air bisa tembus, mengalir dari dinding dan masuk ke dalam ruangan.

Rein Ria, aktivis asal Kakorotan, dengan tegas meminta para pelanggar aturan dalam pelaksanaan proyek tersebut segera ditindak tegas. “Saya berharap adanya tindak lanjut pemeriksaan yang transparan dari Pemda Talaud serta pihak penegak hukum. Dan menindak tegas kontraktor,” tutur Ria.

Sebagai anak Kakorotan dia berharap fasilitas tersebut segera dirampungkan dan digunakan. “Jika ada pengawasan yang tidak maksimal dari instansi teknis perlu ditindak dan diberi sanksi,” ungkapnya.

Ketua KPW PRD Sulut, Jim R Tindi menanggapi serius persoalan ini. Ia juga menegaskan, aparat penegak hukum dalam hal ini Kejaksaan segera menindak tegas hal tersebut.

“Kalau melihat kondisi puskesmas seperti itu, saya kira itu bukan hanya terjadi di Pulau Kakorotan. Di Karatung juga ada puskesmas yang belum selesai sampai sekarang termasuk ipal yang masih bermasalah. Saya mendesak aparat penegak hukum harusnya menjemput bola. Sebagai putra Nanusa, saya menegaskan, jangan karena ini di pulau terluar terus terkesan sulit sehingga proyek-proyek di pulau terluar ini menjadi sarang para koruptor yang meraup keuntungan pribadi,” tegasnya.

Kepala Puskesmas (Kapus) Kakorotan, Oktaviyanto Malaa, saat ditanyakan mengenai beberapa jenis barang yang tidak terpasang, mengatakan ada beberapa yang sebelumnya sudah terpasang namun hilang. “Seperti pompa, mata kran dan lampu. Itu sudah terpasang namun hilang,” ujar Malaa.

Ia juga mengatakan, secepatnya ia akan membenahi persoalan tersebut, termasuk mengganti barang yang hilang dan akan berkantor di sana. “Kalo urusan di sini so beres, kita ke sana membenahi. Agar segera bisa bekantor. Termasuk cat dan pompa. Kalau pompa sudah beli pompa baru,” ungkap Malaa.

Sering material seperti pasir terlambat di kapal. Waktu lalu terlambat karena kapal tidak mau muat. Terpaksa pasir saleng ulang di feri. Pasir sudah di tahuna, dan balik lagi ke Bitung

Kadis Kesehatan Talaud, dr Kery Monangin menerangkan duduk persoalan yang terjadi saat pembangunan tersebut sedang berlangsung. “Ada kan tu paving di belakang yang dibongkar. Kita bongkar waktu pasang alat pipa itu. Itu kan sudah jadi duluan, tapi karena pasang pipa dari jaringan ke gedung, terpaksa pipa itu dibuka dulu. Seharusnya pasang ulang. Tukang pulang Natal itu, sudah tidak balik. Balon lampu juga banyak yang ilang,” kata Kadis.

Terkait pengoperasian puskesmas dia mengatakan, semua akan dirampungkan dan akan dioperasikan dalan waktu dekat, tetapi masih terkendala dengan situasi.

Peliput : Evan Taarae

Barta1.Com
Tags: kakorotanpuskesmas kakorotanTALAUD
ADVERTISEMENT
Agustinus Hari

Agustinus Hari

Pemimpin Redaksi di Barta1.com

Next Post
Pilwako Manado: JPAR-Ai Resmi Kantongi SK Nasdem

Pilwako Manado: JPAR-Ai Resmi Kantongi SK Nasdem

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Pecatur Muda Memukau dan Ukir Prestasi di BNNP Sulut Cup 2026 18 April 2026
  • Usai Turnamen Catur Daerah, Kepala BNNP Sulut Tatap Event Nasional 18 April 2026
  • Halal Bihalal Jurusan AB Polimdo: Merajut Kebersamaan dalam Keberagaman 18 April 2026
  • WALHI Sulut Perkuat Gerakan Lingkungan, 18 Peserta Ikuti Pelatihan Community Organizer 2026 17 April 2026
  • Pegadaian Gelar “Mengetuk Pintu Langit”, Wujud Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan 17 April 2026

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In