Manado, Barta1.com — Kisah pandemi Covid-19 di Tanah Air mulai memasuki babakan baru ketika gaya hidup New Normal mulai berpraktik. Pada titik ini semua masyarakat akan digelari penyintas. Siapa saja menjalani kehidupan normal kembali, dengan catatan menggunakan protokol anti-pandemi semata-mata untuk mempertahankan hidup agar jangan direngut virus tanpa vaksin ini. Pola bertahan akan merubah banyak hal dalam kehidupan mahasiswa di Sulawesi Utara. Beberapa di antaranya mengemukakan pendapat.
Bagi Nurul Halima Dwi Putri, mahasiswi FMIPA Universitas Negeri Manado, New Normal adalah kebijakan strategis pemerintah demi menyelamatkan perekonomian negara. Itu disebutnya terobosan baru rezim Jokowi.
“New Nomal atau kehidupan baru masyarakat Indonesia merupakan terobosan untuk memulihkan sektor perekonomian Indonesia yang saat ini turun drastis,” tutur gadis berusia 22 tahun ini pada Barta1 Rabu (27/05/2020) via pesan Whatsapp.
Tenaga kerja balik ke ruang-ruang aktivitas dan negara berproduksi kembali. Di Manado, pusat perbelanjaan modern semodel mall juga dibuka. Tapi bedanya, komentar Nurul, harus mengikuti protokol kesehatan. Perubahan nampak di lokasi ini adalah banyak aparat yang akan berjaga, mirip darurat perang! Bagaimana pun juga protokol kesehatan wajib hukumnya, tak boleh ditawar-tawar.
“Kesehatan menjadi hal yang dinomorsatukan dalam kehidupan kita. Dan saya saat ini lebih berfokus pada pola makan bergizi dan menjaga kebugaran tubuh dengan berolahraga,” kata dia.
Mahasiswi Politeknik Negeri Manado (Polimdo) Jurusan Pariwisata, Anastasya Christanta Marudung, setuju dengan masa New Normal. Alasannya sangat manusiawi; tidak betah dengan situasi saat ini yang terus diminta diam di rumah. Manusia normal memang perlu beriteraksi secara luas dengan manusia lain.
“Kesulitan yang lain kami perlu mencari panduan teori lewat buku penuntun studi, situasi yang terjadi kan banyak toko buku yang tutup,” kata dia. “Mengharapakan setiap toko, perbelanjaan dan sebagainya dibuka lahi,” tambah Anastasya.
Pasti Anastasya berharap kendati sebutannya New Normal, tapi kehidupan harus berjalan normal dengan berbagai perubahan yang terjadi.
“Dengan adanya New Normal, memudahkan Indonesia untuk bergerak dalam hal ini beraktivitas lagi,” tandas mahasiswi Polimdo jurusan Manajemen Bisnis, Jesica Geofani Tumuahi (21). Menghadapi hidup normal baru, Jesica menata kesehariannya dengan pola makan teratur dan rajin berolahraga agar imun tubuh terjaga.
Theresia Wurara (20) dari Fisipol Universitas Sam Ratulangi Manado mengatakan masih mengira-ngira kapan pandemi ini mencapai akhir. Sehingga saat awal New Normal mulai berlaku, setidaknya dia masih mawas diri. “Dulu ke mall bergerombolan, sekarang saya masih takut ke situ walaupun hanya sendiri termasuk saat era New Normal.”
“Menurut saya, jika masyarakat mementingkan kesehatan mereka pastinya keluar rumah sangat berhati-hati. Kemungkinan keluar hanya keperluan pekerjaan dan belanja kebutuhan walupun adanya penerapan New Normal nantinya,” ujar Saltia Paranna, mahasiswa Fisipol Unsrat.
Maka akan banyak yang berubah dalam kehidupan para mahasiswa, dan siapa saja. Keluar rumah menggunakan masker, menjaga jarak sosial di tempat-tempat umum, mengonsumsi makanan sehat, rajib olahraga dan patuh pada protokol kesehatan lainnya.
“Menjalani hidup New Normal, dalam artian kita harus berbiasakan hidup berdampingan dengan virus ini, kata mahasiswi Ilmu pemerintahan Fispol Unsrat, Asyulleni Indriyatni Mamadoa (20). (*)
Peliput: Meikel Pontolondo

Discussion about this post