Manado, Barta1.com— Harga rica yang terus mengalami kenaikan menjadi perhatian Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Amir Liputo. Ia meminta Gubernur Sulut Yulius Selvanus untuk segera mengambil langkah dengan menggelar operasi pasar khusus rica guna membantu masyarakat menghadapi lonjakan harga.
Permintaan tersebut disampaikan Amir saat Rapat Paripurna DPRD Provinsi Sulut, Senin (14/09/2026).
Menurut Amir, kenaikan harga rica telah menjadi keluhan masyarakat, khususnya para ibu rumah tangga. Bahkan, dirinya mengaku menerima sejumlah pesan melalui WhatsApp yang mempertanyakan langkah DPRD menyikapi persoalan tersebut.
“Akibat kenaikan rica. Ibu-ibu sudah mengirim pesan di WhatsApp, apa pekerjaan dewan. Sudah Rp200 ribu per kilo,” ungkap Amir di depan Gubernur Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay.
Ia kemudian menceritakan keluhan para ibu yang disampaikan kepadanya. Dengan nada bercanda, Amir mengatakan, para ibu bahkan meminta para suami untuk ikut bertanggung jawab ketika harga rica semakin sulit dijangkau.
“Bahkan ibu-ibu menyampaikan, kalau bapak-bapak tidak mampu mengurus rica, dipersilakan tidur di luar,” kata Amir sembari bercanda.
“Jika bapak-bapak tidak bisa mengurus rica, tidur saja di luar kalian semua. Ini persoalannya,” lanjutnya.
Meski disampaikan dengan nada humor, Amir menegaskan bahwa persoalan kenaikan harga rica perlu mendapat perhatian serius pemerintah. Terlebih, saat ini pemerintah daerah sedang membahas Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun Anggaran 2026.
“Ini kan kita sedang membahas APBD. Kita punya biaya tidak terduga. Ini merupakan kejadian luar biasa,” ujarnya.
Amir menilai rica memiliki posisi penting dalam kehidupan masyarakat Sulawesi Utara. Bagi masyarakat Sulut, rica bukan sekadar bahan pelengkap masakan, melainkan bagian yang tidak terpisahkan dari cita rasa kuliner sehari-hari.
“Orang Sulut tidak makan rica, bukan orang Sulut. Oleh sebab itu, dimohonkan sangat besar kepada Bapak Gubernur lewat dinas terkait, ada operasi khusus untuk hal tersebut,” tegasnya.
Sebagai perbandingan, Amir menyebut harga rica di Makassar masih relatif lebih murah, yakni berada di bawah Rp100 ribu per kilogram.
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Provinsi Sulut Fransiskus Andi Silangen mengatakan, Pemerintah Provinsi Sulut sebenarnya telah mengambil langkah untuk mengatasi persoalan kenaikan harga rica.
Menurutnya, Gubernur Yulius Selvanus telah melakukan upaya dengan mendatangkan pasokan rica dari Jawa Timur.
“Dengan mengambil rica dari Jawa Timur,” kata Fransiskus.
Ia menambahkan, pasokan tersebut diperkirakan tiba pada Senin sore dan diharapkan sudah dapat dijual kepada masyarakat pada keesokan harinya dengan harga yang lebih terjangkau.
“Sore ini sampai, mungkin esok pagi sudah dijual dengan Rp57 ribu per kilo,” pungkasnya. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post