Bolmong , Barta1.com – Belum lama ini, Politeknik Negeri Manado (Polimdo), Jurusan Teknik Elektro, menggelar kegiatan pengabdian berbasis masyarakat melalui program Mahasiswa Berdampak.

Mengangkat tema “Totabuan Light Up: Implementasi Energi Terbarukan pada Penerangan Jalan Melalui Aksi Mahasiswa Vokasi Polimdo di Desa Totabuan, Kecamatan Lolak”, kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa dan dosen dalam menghadirkan solusi bagi kebutuhan masyarakat.
Pengabdian ini melibatkan mahasiswa dan dosen, yakni Gilbert Sitorus, Jetli Ronald Sattu, Hans Eli Paskah Manurung, Virnhie Adelweis Rumbajan, Mosses Ericksen Pongoh, Kevin Vabio Aimar Turang, dan Oiton Jikwa.

Selain itu, kegiatan tersebut turut melibatkan Rainer Juniver Walujan, Gabriel Sandy Dolang, dan Deysi Intan Pongayow, dengan dosen pembimbing Ali Akbar Steven Ramschie, SST., MT.
Menurut Gilbert, program Totabuan Light Up hadir sebagai respons terhadap urgensi untuk mengatasi ketimpangan energi di wilayah Totabuan melalui aksi nyata mahasiswa vokasi.
“Keterbatasan pencahayaan di area fasilitas umum dan permukiman warga tidak hanya menghambat aktivitas ekonomi pada malam hari, tetapi juga berpotensi menimbulkan gangguan keamanan,” ungkapnya.
Ia melanjutkan, tujuan utama kegiatan pengabdian internal ini adalah menerapkan kompetensi teknis mahasiswa Program Studi D3 Teknik Listrik secara langsung dalam memitigasi krisis energi.
Di sisi lain, kata Ali Akbar Steven Ramschie, selaku dosen pembimbing bahwa kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk meningkatkan keterampilan praktis mahasiswa, baik soft skills maupun hard skills, melalui aksi sosial yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat setempat.
“Model pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi empat tahapan utama. Pertama, survei dan pemetaan lokasi untuk mengidentifikasi titik-titik krusial yang mengalami keterbatasan pencahayaan,” ujarnya.
Tahap kedua, lanjut Ali, adalah merancang sistem instalasi listrik mandiri berbasis energi terbarukan atau efisiensi daya yang aplikatif dan sesuai dengan kondisi wilayah sasaran.
“Ketiga, eksekusi pemasangan instalasi agar sistem dapat beroperasi secara berkelanjutan (sustainable),” kata dia.
Bahkan pelaksanaan Totabuan “Light Up” ini juga dirancang untuk mencapai beberapa tujuan, di antaranya memitigasi ketimpangan energi melalui perancangan dan pemasangan unit PJU mandiri terintegrasi serta pembenahan sistem instalasi kelistrikan yang memenuhi standar PUIL (persyaratan umum instalasi listrik), selanjutnya membangun kemandirian energi berbasis komunitas melalui pelatihan pemeliharaan sistem bagi pemuda lokal secara berkelanjutan, serta meningkatkan profil kompetensi kerja nyata, kepekaan sosial dan jiwa kepemimpinan mahasiswa vokasi tingkat akhir. (*)
Editor : Meikel Pontolondo

Discussion about this post