• #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial
Minggu, Oktober 11, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Edukasi

KPK Soroti Pencegahan Korupsi di Sulut: Masih Ada “Zona Merah”

by Meikel Eki Pontolondo
26 Agustus 2026
in Edukasi
0
KPK Soroti Pencegahan Korupsi di Sulut: Masih Ada “Zona Merah”
0
SHARES
72
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Manado, Barta1.com — Belum lama ini, bertempat di Whiz Prime Hotel Megamas Manado, Rabu (19/8/2026). Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Budi Prasetyo, memaparkan upaya pemerintah daerah dalam mencegah praktik korupsi. Salah satu yang turut menjadi perhatian adalah Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Menurut Prasetyo, KPK saat ini masih memotret proses mitigasi yang dilakukan pemerintah daerah, khususnya dalam mencegah terjadinya kolusi. Artinya, penilaian tersebut belum sepenuhnya berbicara tentang hasil akhir, melainkan sejauh mana proses pencegahan telah berjalan.

“Ini kami baru memotret prosesnya dalam memitigasi terjadinya kolusi. Kalau prosesnya kan belum ada hasil. Di Sulut ini cukup positif dan konsisten membaik dari tahun ke tahun,” ungkap Prasetyo.

Ia mengatakan, sepanjang 2024 hingga 2025, terdapat peningkatan dalam upaya pencegahan korupsi yang dilakukan Pemerintah Provinsi Sulut. Meski demikian, masih terdapat sejumlah indikator yang berada di zona merah.

“Sering kali terkonfirmasi menjadi perkara-perkara yang dipegang oleh KPK. Ketika merah itu berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa, kemudian KPK mencoba mengungkapkannya,” ujarnya.

Menurut Prasetyo, ketika berbagai praktik kolusi berhasil terungkap, persoalannya tidak semestinya berhenti pada penindakan. Setiap perkara seharusnya menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki sistem dan menutup celah terjadinya korupsi di kemudian hari.

“Kita harus belajar dari perkara itu, dibuat rekomendasi, kemudian memberikan masukan kepada pemerintah daerah,” katanya.

Ia menegaskan, praktik kolusi memiliki beragam modus. Tidak hanya berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa, tetapi juga dapat muncul dalam bentuk suap jabatan, suap proyek, konflik kepentingan hingga pemerasan.

“Jika mau ditelusuri, ada banyak modusnya terkait kolusi, misalnya suap jabatan, suap proyek, kasus kepentingan, pemerasan juga,” tegasnya.

Prasetyo kemudian mencontohkan kasus yang pernah terjadi di Kabupaten Pemalang. Contoh tersebut menjadi pengingat bahwa membangun sistem pencegahan korupsi tidak cukup hanya dengan memperbaiki prosedur di atas kertas. Yang jauh lebih penting adalah memastikan seluruh proses pemerintahan berjalan transparan, berintegritas, dan bebas dari kepentingan pribadi maupun kelompok. (*)

 

Peliput: Meikel Pontolondo

Barta1.Com
Tags: Budi PrasetyoKPKProvinsi Sulut
ADVERTISEMENT
Meikel Eki Pontolondo

Meikel Eki Pontolondo

Jurnalis di Barta1.com

Next Post
Raih Hibah United Board 2026, Tim Riset UAJY Gandeng AMSI Kolaborasi Isu Biodiversitas

Raih Hibah United Board 2026, Tim Riset UAJY Gandeng AMSI Kolaborasi Isu Biodiversitas

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Senator Stefanus BAN Liow Gelar Syukuran HUT ke-22 DPD RI 11 Oktober 2026
  • Pimpin Upacara HUT ke-36 Kota Bitung, Hengky Honandar: Mari Jaga dan Lanjutkan Pondasi Para Pendahulu 10 Oktober 2026
  • PLN Journalist Awards 2026 Kembali Digelar, Usung Tema “Energi Mandiri, Indonesia Berdaya” 9 Oktober 2026
  • MARPOLEX ke-25 Resmi Digelar di Bitung dan Manado, Perkuat Kesiapsiagaan Penanggulangan Pencemaran Laut 9 Oktober 2026
  • Kantor Pertanahan Sangihe Luncurkan Inovasi TERAS, Perkuat Akurasi Data Tanah 9 Oktober 2026

AmsiNews

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In