Manado, Barta1.com — Birunya laut dan pesona taman laut kelas dunia menjadikan Pulau Bunaken sebagai destinasi utama wisatawan domestik maupun mancanegara di Sulawesi Utara. Di balik gemerlap denyut pariwisata dan kehidupan warga pesisir tersebut, keandalan energi listrik menjadi fondasi vital yang menjaga aktivitas ekonomi lokal tetap berdenyut.
PT PLN (Persero) menetapkan status siaga pada sistem kelistrikan Pulau Bunaken guna mengawal pasokan energi secara berkelanjutan. Saat ini, sistem kelistrikan pulau tersebut disokong kapasitas daya terpasang sebesar 1.400 kilowatt (kW) dengan daya mampu pembangkit sebesar 490 kW untuk melayani beban puncak masyarakat sebesar 328 kW.
Kondisi pasokan daya tersebut menghasilkan sisa cadangan sebesar 162 kW. Manajemen PLN menyatakan bahwa penetapan status siaga ini bertujuan memastikan kewaspadaan operasional mengingat ruang cadangan yang ada perlu diperkuat secara bertahap.
“Status siaga menunjukkan sistem kelistrikan masih dapat melayani kebutuhan masyarakat secara menyeluruh. Namun, PLN terus bergerak melakukan penguatan kapasitas pembangkit untuk mengantisipasi pertumbuhan beban di kawasan wisata ini,” ujar pihak Manajemen PLN.
Penguatan pasokan energi di Pulau Bunaken menjadi langkah krusial mengingat posisinya sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Berdasarkan data Dinas Pariwisata Daerah Sulawesi Utara, arus kunjungan wisatawan ke Taman Nasional Bunaken mencatatkan rata-rata puluhan ribu perjalanan per tahun, sehingga keberadaan listrik yang andal menjadi penopang utama fasilitas resor, usaha mikro, dan fasilitas umum di wilayah kepulauan.
Untuk mengukuhkan ketahanan sistem daya, PLN menjalankan serangkaian program teknis di lapangan. Langkah ini meliputi pemeliharaan menyeluruh, perbaikan unit mesin eksisting, serta peningkatan daya mampu pembangkit agar kapasitas pasokan energi dapat kembali berada pada tingkat optimal.
Di samping pemeliharaan mesin, PLN membawa inovasi energi bersih ke pulau terdepan ini melalui pembangunan sistem hibridisasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang dipadukan dengan Battery Energy Storage System (BESS) Huawei berkapasitas 100 kW. Pembangkit berbasis energi terbarukan ini ditargetkan mulai masuk menyuplai sistem kelistrikan Bunaken pada minggu pertama September 2026.
Inovasi hibrid surya dan baterai ini dirancang untuk memperkuat daya pasok sekaligus mengoptimalkan efisiensi operasional pembangkit di pulau tersebut.
“Kehadiran teknologi hibridisasi PLTS–BESS Huawei ini diharapkan mampu mendukung keandalan pasokan energi sekaligus mempercepat transisi energi hijau di kawasan destinasi wisata bahari Bunaken,” tambah Manajemen PLN.
Guna menjaga keseimbangan sistem selama proses pemeliharaan dan penguatan daya berjalan, PLN mengimbau masyarakat serta pelaku usaha wisata untuk memanfaatkan listrik secara bijak, terutama pada jam beban puncak malam hari. Keterlibatan masyarakat dalam efisiensi konsumsi daya menjadi kunci penting kelancaran pembenahan jaringan. (**)
Editor:
Ady Putong


Discussion about this post