Luwuk, Barta1,com – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Luwuk resmi menggelar kunjungan koordinasi strategis ke Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Banggai pada Selasa (19/05/2026).
Langkah proaktif ini diambil sebagai upaya nyata lintas instansi untuk mempererat kolaborasi dalam menjamin stabilitas pasokan energi serta mengamankan berbagai infrastruktur ketenagalistrikan yang masuk dalam kategori Objek Vital Nasional (Obvitnas) di seluruh wilayah Kabupaten Banggai.
Pertemuan penting yang berlangsung di kantor Polres Banggai tersebut dihadiri langsung oleh jajaran manajemen PLN UP3 Luwuk dan disambut hangat oleh Kapolres Banggai beserta para pejabat utamanya.
Diskusi taktis kedua pihak ini berfokus pada perumusan langkah mitigasi risiko gangguan keamanan fisik maupun non-fisik, serta percepatan respons taktis terhadap berbagai kendala operasional kelistrikan di lapangan. Langkah pengamanan ini dinilai sangat krusial mengingat sistem kelistrikan Luwuk merupakan pilar penting bagi kemajuan ekonomi di wilayah pesisir timur Sulawesi Tengah.
Berada di bawah naungan PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo), keandalan pasokan daya ke ribuan pelanggan rumah tangga, instansi pemerintahan, serta fasilitas publik di Banggai sangat bergantung pada proteksi total terhadap jaringan transmisi, distribusi, dan gardu induk.
General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, menggarisbawahi bahwa kemitraan strategis dengan institusi kepolisian adalah fondasi vital untuk memastikan layanan publik tidak terganggu oleh faktor eksternal.
Menurutnya, jaminan keamanan fisik bagi infrastruktur dari hulu hingga hilir adalah hak mutlak para petugas yang bekerja di gardu maupun lapangan agar pasokan energi tetap kontinu.
“Listrik adalah penggerak utama ekonomi dan aktivitas sosial masyarakat. Oleh karena itu, infrastruktur kelistrikan mulai dari pembangkit hingga jaringan distribusi harus terlindungi dari segala bentuk gangguan, baik teknis maupun non-teknis. Sinergi dengan Polres Banggai merupakan langkah proaktif kami untuk memastikan personel PLN di lapangan dapat bekerja dengan rasa aman, sehingga masyarakat bisa menikmati listrik tanpa kendala,” tegas Usman.
Di sisi lain, Manager PLN UP3 Luwuk, Ridwan Bogie Rismawan, menguraikan bahwa tantangan geografis wilayah Kabupaten Banggai yang sangat luas dan berbukit memerlukan pengawasan bersama dengan penegak hukum.
Penguatan komunikasi ini diharapkan mampu mengeliminasi segala potensi sabotase, pencurian komponen listrik, ataupun hambatan sosial saat pemeliharaan jaringan dilakukan oleh teknisi di area terpencil.
“Kami sangat mengapresiasi keterbukaan Polres Banggai. Melalui penguatan komunikasi ini, kami berharap setiap potensi gangguan keamanan di area infrastruktur kelistrikan dapat diantisipasi lebih dini. Keamanan aset adalah kunci utama untuk menjaga kontinuitas aliran listrik ke rumah tangga, industri, dan fasilitas publik,” ungkap Ridwan menjelaskan urgensi kerja sama tersebut.
Merespons komitmen PLN, Kapolres Banggai, AKBP Wayan Wayracana Aryawan, menyatakan kesiapan penuh jajarannya untuk memberikan dukungan pengamanan operasional secara total di wilayah hukumnya. Pihak kepolisian memandang keandalan pasokan energi sebagai motor penggerak utama stabilitas sosial dan keamanan daerah yang tidak boleh terputus dalam kondisi apa pun.
“Keandalan listrik berkaitan langsung dengan stabilitas keamanan wilayah. Jika listrik andal, maka layanan publik, kegiatan ekonomi, hingga sektor pendidikan dapat berjalan optimal. Kami siap memberikan dukungan pengamanan, baik dalam bentuk patroli rutin di objek vital kelistrikan maupun pendampingan pada kegiatan operasional PLN yang membutuhkan kehadiran Polri,” kata AKBP Wayan menegaskan dukungannya. (**)
Editor: Ady Putong


Discussion about this post